Mobil Tak Bisa Lewat, Warga Manfaatkan Delman Untuk Lalui Banjir

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menaiki delman untuk menyeberangi banjir yang menggenangi Jalan Ciledug Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu, 1 Januari 2020. TEMPO/ Rosenno Aji

    Warga menaiki delman untuk menyeberangi banjir yang menggenangi Jalan Ciledug Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu, 1 Januari 2020. TEMPO/ Rosenno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir yang melanda Jakarta membuat sebagian jalan raya tergenang air hingga tak bisa dilalui kendaraan. Salah satunya di Jalan Ciledug Raya, tepatnya di bawah kolong jembatan ITC Cipulir Mas, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

    Di jalan ini, warga menggunakan delman untuk menembus banjir.
    Salah seorang kusir delman, Iyus memungut biaya Rp 5 ribu kepada setiap penumpangnya. "Lima ribu aja," kata pria paruh baya ini ditemui di lokasi, Rabu, 1 Januari 2020.

    Dengan bayaran itu, Iyus dan kudanya akan mengantarkan warga yang hendak menuju sisi jalan lainnya yang tidak tergenang air. Iyus mengatakan pendapatannya lumayan dari menarik andong di saat banjir ini.

    "Enggak tentu tapi lumayan. Yo yang nyeberang, yang nyeberang," teriak Iyus mencari penumpang. Selain Iyus, ada 2 pengemudi andong lainnya yang menyediakan jasa menembus banjir di tempat ini.

    Banjir di kawasan ITC Cipulir disebabkan oleh Kali Pesanggrahan yang meluap. Luapan air menggenangi area parkir hingga membuat pasar baju ini tutup. Air juga menggenangi jalan di depan pasar dengan ketinggian lutut orang dewasa sejak tadi pagi.

    Sebuah mobil jenis sedan sempat mogok saat menembus banjir ini. Hanya mobil jenis SUV dan bus mulus melewati genangan air. Sementara beberapa motor ada yang memaksa menembus banjir. Sebagian pengendara motor lainnya memilih menggunakan gerobak untuk menyeberangkan kendaraannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.