Banjir, Kemensos Kirim Bantuan Rp 2 M ke DKI, Jabar dan Banten

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi banjir di Jalan Juanda, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Tempo/Adi Warsono

    Kondisi banjir di Jalan Juanda, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Tempo/Adi Warsono

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Sosial sudah mulai mengirimkan bantuan kebutuhan dasar kepada warga yang terdampak banjir di wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

    "Bantuan kebutuhan dasar secara bertahap kami kirimkan ke wilayah terdampak, sekaligus juga mengaktifkan dapur umum lapangan dan menyiagakan personel Tagana untuk membantu evakuasi warga," kata Menteri Sosial Juliari P Batubara dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 1 Januari 2020.

    Menurut Juliari, bantuan untuk mendukung penanganan dampak banjir di ibu kota telah dikirim dari Gudang Pusat Kementerian Sosial di Bekasi ke Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta. Bantuan tersebut bernilai Rp 750 juta yang terdiri dari makanan siap saji 2.000 paket, bantuan makanan anak 1.800 paket, mi 30 ribu bungkus, tenda gulung 500 lembar, peralatan keluarga 8.000 paket, selimut 200 lembar dan 100 paket sandang. Dinas Sosial DKI Jakarta juga sudah mendirikan dapur umum.

    Juliari mengatakan dapur umum juga sudah didirikan untuk membantu korban bencana banjir di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bekasi di Jawa Barat. "Telah berjalan mulai pagi ini dengan dukungan Tagana dan Dinsos setempat," kata dia.

    Di Kabupaten Bandung Barat, dapur umum didirikan di Cipeudeuy, Kecamatan Padalarang, untuk memenuhi kebutuhan pengungsi dan sukarelawan di tiga titik pengungsian. "Dukungan logistik lanjutan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi selama tiga hari ke depan akan terus didorong berupa beras dan lauk pauk," kata Juliari.

    Kementerian Sosial mengirimkan bantuan dengan nilai total Rp 1 miliar ke daerah yang menghadapi bencana alam di Provinsi Jawa Barat. Kiriman bantuan dari Kementerian Sosial meliputi makanan anak 1.800 paket, mi 30 ribu bungkus, tenda serba guna tiga unit, tenda gulung 460 lembar, velbed 230 unit, kasur 230 lembar, Dapur Umum Lapangan satu set, peralatan keluarga 920 paket, paket sandang 40 paket dan perlengkapan Tagana 50 paket.

    "Selanjutnya nanti akan kita tambah dengan bantuan alat kebersihan untuk membantu warga dan Tagana dalam membersihkan rumah dan lingkungan sekitar," kata Juliari.

    Sementara itu, bantuan untuk daerah yang menghadapi banjir di Provinsi Banten senilai Rp 680 juta berupa makanan anak 1.800 paket, mi 30 ribu bungkus, tenda gulung 400 lembar, kasur 200 lembar, peralatan keluarga 800 paket dan bantuan perlengkapan Tagana 25 paket.

    Juliari pun menyampaikan bahwa fokus penanganan musibah banjir ini adalah evakuasi pengungsi ke tempat aman, serta kelompok rentan yang terdiri atas lansia, anak-anak, penyandang disabilitas, dan kelompok khusus lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?