Operator Jelaskan Alasan Tol Cipali Sempat Banjir

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pemudik terjebak kemacetan saat melintasi ruas jalan tol Cipali km 80, saat puncak arus balik, di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu, 8 Juni 2019. ANTARA

    Kendaraan pemudik terjebak kemacetan saat melintasi ruas jalan tol Cipali km 80, saat puncak arus balik, di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu, 8 Juni 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, JakartaJalan tol Cikopo-Palimanan atau Tol Cipali kilometer 136 dilanda banjir pada Selasa Sore, 31 Desember 2019. Banjir menggenangi ruas jalan tol tersebut selama satu jam, sejak pukul 17.00 hingga 18.00.

    "Lokasinya ada di wilayah Indramayu. Genangan hanya satu jam. Setelah itu kembali normal," ujar General Manager Tol Cipali Suyitno saat dihubungi Tempo, Selasa, 31 Desember 2019.

    Suyitno mengatakan, banjir yang menggenangi jalan tol tersebut disebabkan oleh lahan di sekeliling kilometer 136 tak mampu membendung air hujan. Sore itu, kata dia, hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Indramayu.

    "Jadi ada lahan milik Perhutani di sana yang enggak bisa menampung air hujan. Tadi sore hujannya besar banget," katanya.

    Suyitno menyebutkan, banjir tersebut menggenangi ruas tol dengan ketinggian 15-20 sentimeter. Adapun ruas jalan tol yang tergenang sepanjang kurang lebih 200 meter.

    "Genangan dimulai kilometer 136.200 sampai 136.400," katanya.

    Akibat genangan sempat terjadi kemacetan di jalan bebas hambatan tersebut. Terutama di jalur yang menuju Palimanan."Jalur dua sempat tak bisa dilalui," ujarnya.

    Namun, ia mengatakan, saat ini kondisi lalu lintas di jalan tol tersebut sudah terkendali. "Arus kendaraan sudah kembali normal," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.