Nyoman Dhamantra Bantah Anak Megawati Terlibat Kasus Impor Bawang

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komisi VI DPR Nyoman Dhamantra keluar dari gedung KPK dengan mengenakan rompi tahanan setelah menjalani pemeriksaan di Jakarta, Jumat 9 Agustus 2019. Dhamantra telah menjalani pemeriksaan secara intensif sejak Kamis (8/8), usai dijemput petugas KPK dari Bandara Soekarno-Hatta.  TEMPO/Subekti

    Anggota Komisi VI DPR Nyoman Dhamantra keluar dari gedung KPK dengan mengenakan rompi tahanan setelah menjalani pemeriksaan di Jakarta, Jumat 9 Agustus 2019. Dhamantra telah menjalani pemeriksaan secara intensif sejak Kamis (8/8), usai dijemput petugas KPK dari Bandara Soekarno-Hatta. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas anggota DPR dari fraksi PDIP I Nyoman Dhamantra menyangkal keterlibatan anak Megawati Soekarnoputri, Muhammad Rizky Pratama alias Tatam, dalam kasus suap impor bawang putih.

    "Enggak ada urusannya sama Mas Tatam, enggak ada kaitannya," kata dia seusai menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa, 31 Desember 2019.

    Mantan anggota DPR Komisi Perdagangan ini mengaku mengenal Tatam karena dia adalah anak Ketua Umum PDIP Megawati. Dia mengatakan tak paham mengapa jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi menanyakan nama itu dalam sidang beberapa waktu lalu. "Saya mengenal beliau, ya, karena kebetulan beliau putra dari ketua umum saya saja," kata Nyoman.

    Putra Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Muhammad Rizky Pratama atau yang akrab disapa Tatam, sempat disinggung dalam sidang kasus dugaan suap terkait izin impor bawang putih beberapa waktu lalu.

    Dalam sidang 28 November 2019, jaksa KPK menanyakan nama Tatam kepada Nyoman Dhamantra. Saat itu, ia bersaksi untuk tiga orang terdakwa, yaitu Direktur PT Cahaya Sakti Agro (CSA) Chandry Suandra alias Afung dan dua pihak swasta bernama Dody Wahyudi dan Zulfikar, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis kemarin, 28 November 2019.

    Jaksa menanyakan apakah Nyoman mengenal Tatam. Nyoman mengaku kenal. "Beliau siapa?" tanya Jaksa Takdir Suhan kepada Nyoman.

    "Putranya Bu Mega," jawab Nyoman. Jaksa lantas mengalihkan pertanyaannya dan tak mendalami ihwal keterkaitan Tatam dalam kasus tersebut.

    Nyoman didakwa menerima komitmen fee Rp 3,5 miliar dalam pengurusan impor bawang putih. Uang diberikan agar anggota Komisi VI DPR itu membantunya memperoleh izin kuota impor 20 ribu ton bawang putih dari Kementerian Perdagangan.

    Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto turut menyangkal keterlibatan Tatam dalam perkara ini. "Apa yang terjadi adalah framing. Mas Tatam ini sosok pendiam, tidak memiliki ketertarikan ataupun bisnis terkait hal tersebut," kata Hasto.

    Ia mengatakan banyak pihak yang kerap mencatut nama petinggi partai untuk kepentingan politik dan bisnis. Bahkan, kata dia, ada pihak yang memakai nama petinggi PDIP untuk membuat rekening. “Pernah ada sindikat dari provinsi di Sulawesi yang ditangkap atas laporan yang kami lakukan," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.