Prabowo Angkat 5 Asisten Khusus, Kemenhan Belum Beri Penjelasan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Komandan Tim Mawar Mayor Jenderal TNI (purn) Chairawan menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan sebagai pelapor di gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa, 18 Juni 2019. Dewan Pers melakukan pemanggilan terhadap Chairawan sebagai pelapor dan pihak Majalah TEMPO sebagai terlapor atas laporan Chairawan terkait pemberitaan Majalah Tempo edisi Senin, 10 Juni 2019, dengan Headline: Tim Mawar Dan Rusuh Sarinah. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan Komandan Tim Mawar Mayor Jenderal TNI (purn) Chairawan menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan sebagai pelapor di gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa, 18 Juni 2019. Dewan Pers melakukan pemanggilan terhadap Chairawan sebagai pelapor dan pihak Majalah TEMPO sebagai terlapor atas laporan Chairawan terkait pemberitaan Majalah Tempo edisi Senin, 10 Juni 2019, dengan Headline: Tim Mawar Dan Rusuh Sarinah. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengangkat lima orang Asisten Khusus per tanggal 6 Desember 2019. Pengangkatan Asisten Khusus Menhan itu tertuang dalam Keputusan Menhan Nomor : Kep/1869/M/XII/2019 yang salinannya diperoleh Tempo.

    Meski surat keputusan pengangkatyan itu sudah tiga pekan berlaku, hingga saat ini belum ada penjelasan dari Kementerian Pertahanan maupun staf khusus Menhan. Kepala Biro Humas Setjen Kemhan Brigjen Totok Sugiharto belum menjawab pertanyaan Tempo. 

    Tempo juga berusaha mengkonfirmasikannya kepada Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik, Sosial Ekonomi, dan Hubungan Antarlembaga Menhan Dahnil Anzar Simanjuntak. Tapi belum dijawab.

    Lima yang diangkat untuk mendampingi Prabowo itu adalah mantan Wakil Menhan Letjen (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, mantan Sekretaris Menko Polhukam Letjen (Purn) Hotmangaradja Pandjaitan, eks Irjen Kemhan Laksdya (Purn) Didit Herdiawan, eks Komandan Tim Mawar Mayjen (Purn) Chairawan Kadarsyah Kadirussalam Nusyirwan, dan mantan Staf Khusus KSAU Marsda (Purn) Bonar H Hutagaol.

    Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco membenarkan bahwa Syafrie Syamsudin dibawa oleh Prabowo ke Kemenhan. Selain Syafrie, ujar Dasco, Prabowo juga menempatkan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen (Purn) Johannes Suryo Prabowo di Komite Kebijakan Industri Pertahanan Indonesia (KKIP). "Pak Syafrie itu asisten khusus, Pak Suryo Prabowo itu KKIP, sisanya saya gak tahu," ujar Dasco melalui pesan teks pada Sabtu, 28 Desember 2019.

    Catatan: Berita ini telah diubah pada Selasa, 31 Desember 2019 pukul 21.57 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.