Menteri Agama: Natal Lancar, Bukti Kerukunan Umat Beragama Baik

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Fachrul Razi seusai Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Kamis 28 November 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    Menteri Agama Fachrul Razi seusai Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Kamis 28 November 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Fachrul Razi berterima kasih atas lancarnya perayaan Natal 25 Desember 2019. Ia menilai perayaan Natal yang berlangsung aman dan damai menjadi salah satu bukti bahwa kualitas kerukunan umat beragama baik di Indonesia.

    Pencapaian itu, ujar dia, tidak terlepas dari kerja keras umat, tokoh agama, dan ormas keagamaan dalam merawat kerukunan. “Natal tahun ini berlangsung aman dan damai. Terima kasih kepada umat beragama, khususnya umat Islam selaku umat mayoritas." Fachrul Razi menyampaikannya melalui keterangan tertulis, Selasa, 31 Desember 2019.

    Secara khusus, Fachrul juga menyampaikan rasa terima kasih kepada ulama, umat, serta ormas Islam. Suasana damai selama perayaan Natal, ujar dia, tidak terlepas dari sikap toleransi mereka terhadap umat Kristiani dalam perayaan Natal tahun ini. “Bahkan, ada sebagian di antara mereka yang ikut menjaga gereja saat umat Kristiani merayakan Natal,” ujar dia.

    Apresiasi dan terima kasih juga disampaikan Fachrul Razi kepada umat Kristiani yang telah merayakan Natal secara khidmat dan tidak berlebihan. Sehingga, perayaan Natal berlangsung sukacita dan damai.

    Menteri Agama berharap seluruh komponen masyarakat bisa terus bersinergi dalam menjaga dan merawat kerukunan umat beragama. Sebab, kedamaian dan kerukunan menjadi prasyarat mutlak terlaksananya pembangunan.

    “Pemerintah akan mudah membangun, jika kondisi masyarakatnya rukun dan damai. Jika negara rukun dan damai, masyarakat akan nyaman, banyak wisatawan berkunjung ke Indonesia, dan investasi pasti akan berkembang lebih banyak,” ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.