Sidang Suap Bupati Indramayu, Anggota DPRD Disebut Terima Upeti

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Indramayu Supendi (kiri) berjalan menuruni anak tangga usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta, Rabu 16 Oktober 2019. KPK menetapkan Supendi serta tiga orang lainnya, yakni Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah, Kepala Bidang Jalan Dinas PUPR Wempy Triyono dan kontraktor Carsa sebagai tersangka dalam dugaan suap proyek Dinas PUPR Indramayu dengan mengamankan barang bukti Rp685 juta dan satu unit sepeda lipat. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Bupati Indramayu Supendi (kiri) berjalan menuruni anak tangga usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta, Rabu 16 Oktober 2019. KPK menetapkan Supendi serta tiga orang lainnya, yakni Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah, Kepala Bidang Jalan Dinas PUPR Wempy Triyono dan kontraktor Carsa sebagai tersangka dalam dugaan suap proyek Dinas PUPR Indramayu dengan mengamankan barang bukti Rp685 juta dan satu unit sepeda lipat. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Bandung- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat Abdul Rozaq Muslim disebut menerima besel dari terdakwa penyuap Bupati Indramayu, Carsa ES, sebesar Rp 8,5 miliar. Nama Abdul Rozaq diungkap dalam dakwaan kasus suap Bupati Indramayu dalam sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung, Senin, 30 Desember 2019.

    "Terdakwa beberapa kali memberikan uang kepada Supendi (Bupati Indramayu) sejumlah Rp 3,6 miliar. Kepada Omarsyah (Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Indramayu) sejumlah Rp 2,4 miliar dan kepada Abdul Rozaq Muslim sejumlah Rp 8,5 miliar," ujar jaksa penuntut umum KPK Budi Nugraha saat membacakan dakwaan, Senin, 30 Desember 2019.

    Abdul Rozaq merupakan anggota DPRD Jawa Barat yang saat ini sedang menjabat untuk periode ke dua. Politikus Partai Golkar itu dipilih oleh masyarakat di Kabupaten Indramayu, Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon.

    Abdul Rozaq pun sempat dipanggil oleh KPK dalam perkara suap Bupati Indramayu. Meski namanya telah disebut dalam dakwaan, Abdul Rozaq hingga saat ini belum ditetapkan sebagai tersangka.

    Sementara itu Carsa didakwa telah menyuap Bupati Indramayu dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu. Suap tersebut diberikan untuk memuluskan proyek perusahaannya di bidang infrastruktur di Kabupaten Indramayu. Carsa merupakan Direktur CV Agung Resik Pratama.  "Suap tersebut diberikan untuk membantu proses penganggaran proyek-proyek di lingkungan Pemkab Indramayu yang didanai dari Bantuan Provinisi Jawa Barat," ucap Budi.

    Menurut jaksa, Carsa diminta oleh Abdul Rozaq mencari proposal proyek di Dinas PUPR. Setelah mendapatkan proposal itu, Abdul Rozaq berjanji kepada Carsa akan dicarikan dana dari Bantuan Provinsi Jawa Barat. "Abdul Rozaq Muslim yang akan mengurus dan memperjuangkan proses penganggaran di Banggar DPRD Jawa Barat," ujar jaksa.

    KPK menangkap Supendi dan para bawahannya dalam operasi senyap di Indramayu pada 14 Oktober 2019. Supendi ditangkap di rumahnya, di desa Bongas menjelang tengah malam. Saat itu, Supendi tengah menanggap wayang kulit di depan rumahnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.