Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen, Berkat Doa Ulama

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berfoto dengan salah satu warga saat mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan bersama cucunya, Jan Ethes di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu malam, 28 Desember 2019. Foto: BPMI Setpres/Kris

    Presiden Jokowi berfoto dengan salah satu warga saat mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan bersama cucunya, Jan Ethes di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu malam, 28 Desember 2019. Foto: BPMI Setpres/Kris

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia stabil di atas 5 persen. Ia pun mengapresiasi capaian ini.

    "Banyak negara yang sudah masuk ke krisis, ke resesi. Alhamdulillah berkat doa dan dukungan bapak ibu sekalian, utamanya dari para ulama, ekonomi Indonesia tetap baik dan stabil dan pertumbuhan masih di atas 5 persen. Alhamdulillah, patut kita syukuri," kata Presiden Jokowi, saat sambutan peresmian Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKk), di Pesantren Al Fadllu 2, di Kendal, Jawa Tengah, Senin, 30 Desember 2019.

    Jokowi berharap pembangunan BLKK dapat membangun kualitas SDM Indonesia di tengah persaingan dengan negara lain. Ke depan, kata dia, persaingan SDM antarnegara akan berfokus kepada daya keterampilan dan kejuruan tenaga kerja.

    Karena itu, pendidikan kejuruan melalui BLKK diharapkan dapat mendongkrak tenaga kejuruan yang berkualitas, salah satunya melalui lembaga pendidikan agama, seperti di pesantren. Kendati demikian, pelatihan yang diajarkan di BLKK perlu disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

    Jokowi meresmikan BLKK di Pesantren Al Fadllu, Kabupaten Kendal bersama Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan pimpinan Pesantren Al Fadllu wal Fadilah, Dimyati Rois.

    Dalam acara itu, juga turut serta Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusbandio, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta Staf Khusus Presiden Aminudin Ma'ruf dan Ayu Kartika Dewi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.