KPK Sindir ICW Paling Hebat dan Benar

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nawawi Pomolango adalah seorang hakim dan mulai dikenal saat bertugas di PN Jakarta Pusat dalam kurun 2011-2013. Ia kerap ditugaskan mengadili sejumlah kasus korupsi. Nawawi pernah menjatuhkan vonis 8 tahun penjara kepada eks hakim Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar, dalam kasus suap terkait uji materi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan. terakhir melaporkan LHKPN pada 26 Maret 2019. Total harta kekayaannya sebesar Rp. 1.893.800.000. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Nawawi Pomolango adalah seorang hakim dan mulai dikenal saat bertugas di PN Jakarta Pusat dalam kurun 2011-2013. Ia kerap ditugaskan mengadili sejumlah kasus korupsi. Nawawi pernah menjatuhkan vonis 8 tahun penjara kepada eks hakim Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar, dalam kasus suap terkait uji materi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan. terakhir melaporkan LHKPN pada 26 Maret 2019. Total harta kekayaannya sebesar Rp. 1.893.800.000. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango angkat bicara perihal penilaian Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyebut bahwa KPK periode saat ini menjadi yang terburuk.

    "Luas biasa ICW di era Bung Kurnia. Mampu menilai kami sebagai yang terburuk di saat kami belum bekerja," ujar Nawawi saat dikonfirmasi pada Senin, 30 Desember 2019.

    Sebelumnya, ICW menyebut 2019 menjadi tahun terburuk upaya pemberantasan korupsi.

    "Kami menilai ini merupakan tahun paling buruk bagi pemberantasan korupsi. Ini tahun kehancuran KPK yang disponsori langsung oleh istana, yaitu Presiden Joko Widodo dan juga anggota DPR periode 2014-2019 dan 2019-2024," kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana pada 29 Desember 2019.

    Menanggapi pernyataan ICW pun, Nawawi menyindir balik. Ia mengatakan, ICW di era Kurnia semakin luar biasa. "Paling cerdas, hebat, paling benar. Tapi insya Allah pastinya kami tidak membutuhkannya ke depan," kata dia.

    Lebih lanjut Nawawi pun menegaskan, jika suatu saat nanti ada sebuah undangan yang membawa KPK dan ICW berada dalam satu forum, maka ia pastikan pihaknya tidak bersedia ikut.

    "Karena rasanya malu kami yang terburuk ini harus duduk berdiskusi dengan yang paling hebat dan paling cerdas seperti beliau (Kurnia Ramadhana)," ujar Nawawi.

    ANDITA RAHMA | HALIDA BUNGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.