BMKG Prediksi Puncak Musim Penghujan Jatuh Pada Maret Februari 2020

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara kendaraan bermotor menerobos genangan banjir di kawasan Kalibata, Jakarta, Jum'at, 27 Desember 2019. Curah hujan yang tinggi menyebabkan wilayah tersebut tergenang banjir. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Pengendara kendaraan bermotor menerobos genangan banjir di kawasan Kalibata, Jakarta, Jum'at, 27 Desember 2019. Curah hujan yang tinggi menyebabkan wilayah tersebut tergenang banjir. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim penghujan di Indonesia akan jatuh pada awal tahun 2020. Sejak Januari - Februari, curah hujan mereka prediksi akan terus mengingkat secara perlahan.

    "Maka saat tahun baru nanti masih hujan, puncaknya di bulan Februari dan maret. Ini enggak serempak di seluruh indonesia hanya saja secara bertahap," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dalam acara refleksi akhir tahun di Graha BNPB, di Jakarta Timur, Senin, 30 Desember 2019.

    Ia mengatakan peningkatan curah hujan akan dimulai dari Indonesia bagian barat secara bertahap. Dimulai dari bagian selatan Pulau Sumatera, Pulau Jawa, hingga kemudian masuk ke Nusa Tenggara. Setelah itu, hujan akan menyebar ke wilayah Kalimantan bagian tengah, Sulawesi, dan kemudian ke Papua.

    "meski musim hujan akan mencapai puncaknya mulai Januari, tapi untuk Aceh dan Riau waspada. Sebab di situ mengalami musim kemarau, yakni pada Februari sampai Maret. Artinya ada potensi kekeringan dan kebakaran lahan," kata Dwikorita.

    Dwikorita pun mengimbau agar masyarakat memanfaatkan curah hujan tinggi untuk memaksimalkan kapasitas waduk, embung, hingga kolam, untuk penyimpanan air. Ia mengingatkan bahwa musim kemarau akan dimulai sejak April hingga Oktober.

    "Mulainya dan berakhirnya juga tidak serempak. Mulai April terutama di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara," kata Dwikorita.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.