Hari Ini Kejaksaan Agung Periksa Dua Saksi Kasus Jiwasraya

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kejaksaan Agung ST Burhanuddin (kiri), Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate (kanan) duduk bersama di kediamanan Menkominfo dalam perayaan natal 2019 di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu,  25 Desember 2019. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    Kejaksaan Agung ST Burhanuddin (kiri), Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate (kanan) duduk bersama di kediamanan Menkominfo dalam perayaan natal 2019 di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu, 25 Desember 2019. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung hari ini Senin 30 Desember 2019 memeriksa dua orang saksi terkait kasus PT Asuransi Jiwasraya. Hal tersebut dibenarkan oleh Jaksa Agung.

    “Memang benar hari ini dan besok ada pemanggilan dan nanti lebih jelasnya siapa aja yang dipanggil dan nanti bisa ditanya kepada mereka,” ujar Jaksa Agung ST Burhanuddin di kantornya, hari ini.

    Lebih lanjut Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Adi Toegarisman mengatakan hari ini Kejagung memangil dua orang saksi dari 24 orang yang rencananya akan dipanggil. Besok Kejagung akan memanggil dua saksi lain. Sisa 20 orang akan diperiksa pada tanggal 6-8 Januari 2020 nanti.

    Meski demikian ia enggan menyebutkan siapa saja yang hari ini diperiksa hari ini. “Bisa diikuti, kami sedang mendalami, sedang mencari alat bukti. Bagaimana nanti persoalan hukum atau perkara ini bisa kami selesaikan seduai dengan aturan yang berlaku,” kata dia di lokasi yang sama.

    Diketahui saat ini kedua saksi tersebut sudah tiba di Gedung Bundar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, dan tengah dalam pemeriksaan.

    Kasus Jiwasraya bermula dari laporan pengaduan masyarakat. Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pun mengendus adanya dugaan tindak pidana korupsi sejak 2014 sampai 2018.

    PT Asuransi Jiwasraya (Persero) melalui unit kerja pusat Bancassurance dan Aliansi Strategis menjual produk JS Saving Plan dengan tawaran persentase bunga tinggi (cenderung di atas nilai rata-rata), berkisar antara 6,5 persen sampai dengan 10 persen, sehingga memperoleh pendapatan total dari premi sebesar Rp 53,27 triliun.

    Potensi kerugian negara dari dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) hingga Agustus 2019 diperkirakan mencapai Rp 13,7 triliun.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...