DPR Akan Bentuk Panitia Khusus untuk Menangani Kasus Jiwasraya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marwan Jafar memberikan buah durian kepada seorang pemulung bersama putrinya saat menikmati makan buah durian bersama pemulung, di depan kantor Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi, Jakarta Timur, 23 Februari 2016. TEMPO/Imam Sukamto

    Marwan Jafar memberikan buah durian kepada seorang pemulung bersama putrinya saat menikmati makan buah durian bersama pemulung, di depan kantor Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi, Jakarta Timur, 23 Februari 2016. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Pati - Anggota Komisi VI DPR RI Marwan Jafar mengatakan DPR akan membentuk panitia khusus (Pansus) untuk membedah satu per satu persoalan di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Menurut dia, keberadaan Pansus tidak perlu ditakutkan karena DPR justru ingin membantu mengurai persoalan dengan terlebih dahulu membedahnya secara menyeluruh.

    Pansus DPR akan membedah Jiwasraya mulai soal manajemen risiko, salah investasi atau tidak, hingga ada atau tidaknya 'window dressing'. “Window dressing itu usaha mempercantik laporan keuangan untuk menyenangkan pemegang saham," ujar Marwan di sela-sela reses yang berlangsung di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pati, Jawa Tengah, Ahad, 29 Desember 2019.

    Politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu meminta pemerintah lebih serius menyelesaikan skandal dalam PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengingat permasalahannya sudah berlangsung lama dan kompleks. "Kami memperkirakan permasalahan yang terjadi bisa mencapai puluhan masalah yang membelit asuransi pelat merah itu."

    Soal rencana pemerintah mengambil langkah penggabungan berbagai perusahaan di bawah satu perusahaan induk (holdingisasi) BUMN asuransi, politikus dari PKB itu mengatakan perlu didukung. Hanya saja, kata dia, sebelum melangkah ke arah tersebut perlu menyelesaikan persoalan di Jiwasraya terlebih dahulu.

    Marwan  menilai, kasus Jiwasraya itu termasuk megaskandal selain Bank Century. Nilai kerugian negara dari kasus Century sekitar Rp 7,2 triliun, sedangkan di Jiwasraya jauh lebih besar karena mencapai Rp13,7 triliun. “Ini harus diperhatikan secara serius dan diselesaikan segera, terutama yang menyangkut nasabah."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.