Presiden Jokowi Tinjau Pasar Djohar dan Kota Lama Semarang

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana malam hari di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah.

    Suasana malam hari di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah.

    TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Kota Semarang, Jawa Tengah, untuk meninjau pembangunan fasilitas sarana Pasar Djohar dan kawasan Kota Lama.

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang pada Senin sekitar pukul 08.20 WIB.

    Sejumlah agenda yang rencananya dilakukan Presiden Jokowi, yakni meninjau Pasar Djohar dan kawasan Kota Lama Semarang melalui Alun-Alun Semarang.

    Menurut keterangan Biro Pers, Media dan Informasi Setpres, dari alun-alun, Presiden Jokowi diagendakan untuk bersepeda menuju Kota Lama Semarang dan melakukan peninjauan, salah satunya Semarang Kreatif Galeri.

    Setelah santap siang bersama, Presiden Jokowi menuju Pondok Pesantren Alfadllu 2 di Kabupaten Kendal.

    Rencananya Presiden Jokowi akan meresmikan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas se-Indonesia.

    Dari Pesantren Alfadllu 2, Presiden Jokowi kemudian akan menuju Pesantren Salaf Apik Kaliwungu, Kabupaten Kendal, untuk melakukan peluncuran bersama Bank Wakaf Mikro Apik Kaliwungu dan Al Fadllu Kendal.

    Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, rehabilitasi Pasar Djohar merupakan perintah Presiden Jokowi.

    Pembangunan pasar itu telah dilakukan sejak tahun 2018.

    Selain itu, Presiden Jokowi akan mengunjungi beberapa area di kawasan Kota Lama.

    Kunjungan itu juga untuk mempromosikan kawasan Kota Lama Semarang sebagai destinasi wisata.

    Usai kunjungan di Semarang, Presiden Jokowi akan meneruskan kegiatan di Kota Kendal, Jawa Tengah.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.