Soal Sel Mewah Koruptor, ICW: Jokowi Harus Copot Yasonna

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami (tengah) bersama jajarannya menunjukkan barang-barang sitaan hasil sidak di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Minggu, 22 Juli 2018. Kementerian Hukum dan HAM serentak melakukan sidak barang-barang mewah atau elektronik yang dimiliki warga binaan lapas dan rutan di seluruh Indonesia. ANTARA

    Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami (tengah) bersama jajarannya menunjukkan barang-barang sitaan hasil sidak di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Minggu, 22 Juli 2018. Kementerian Hukum dan HAM serentak melakukan sidak barang-barang mewah atau elektronik yang dimiliki warga binaan lapas dan rutan di seluruh Indonesia. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi mencopot Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly. Hal ini terkait temuan Ombudsman Republik Indonesia yang menyebut ada Lembaga Pemasyarakatan yang masih memberikan perlakuan berbeda untuk sel narapidana tindak pidana korupsi.

    "Ini bukan kali pertama terjadi ya. Sudah berulang kali sel mewah ditemukan oleh Ombudsman dan stasiun televisi swasta, bahkan KPK sudah melakukan tangkap tangan," kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam konferensi pers Catatan Akhir Tahun agenda Pemberantasan Korupsi 2019 bertajuk "Lumpuhnya Pemberantasan Korupsi di Tangan Orang Baik" di kantor ICW, Jakarta Selatan pada Ahad, 29 Desember 2019.

    Kurnia mengatakan, adanya temuan-temuan itu mestinya menegaskan tak ada lagi alasan Presiden Jokowi untuk mempertahankan Yasonna sebagai Menkumham.

    "Lebih baik yang bersangkutan diganti saja karena gagal menjaga benteng akhir sistem peradilan pidana, yaitu memaksimalkan wawasan warga binaan lembaga sukamiskin. Apalagu yang terakhir justru sel orang yang sering berulah, Setnov (Setya Novanto)," katanya.

    Sebelumnya, Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala melakukan inspeksi mendadak ke Lapas Sukamiskin pada Jumat, 20 Desember 2019. Adrianus mengatakan, dia menemukan kondisi sel Setya Novanto dan mantan bendahara umum Partai Demokrat M. Nazaruddin masih mewah.

    Sejak kabar sel mewah beberapa waktu lalu sebenarnya telah dilakukan perombakan di Lapas Sukamiskin. Namun menurut Adrianus, kamar Setya dan Nazaruddin masih tergolong mewah dan luas dibanding yang lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.