Adian Napitupulu Kritik Pelayanan Garuda saat Dirinya Tumbang

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR Adian Napitupulu dibawa meninggalkan RSUD Palangka Raya ke Jakarta/Karana/Tempo

    Anggota DPR Adian Napitupulu dibawa meninggalkan RSUD Palangka Raya ke Jakarta/Karana/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Adian Napitupulu mengkritik pelayanan maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk, saat dirinya jatuh pingsan dalam pesawat itu pada Kamis, 19 Desember 2019. Menurut Adian, awak kabin Garuda tak responsif memberi pelayanan kepada penumpang dalam kondisi darurat.

    "Saya sudah dua kali meminta pada dua pramugari yang berbeda untuk disiapkan oksigen, tapi tidak segera disiapkan," ujar Adian, seperti yang diteruskan lewat pesan elektronik oleh asistennya, Musyafaur Rahman kepada Tempo pada Sabtu, 28 Desember 2019.

    Saat itu, kata Adian, tekanan darahnya sangat rendah, yaitu 70-50 mmHg. Awak kabin, kata Adian, baru merespons ketika dia berusaha pindah ke kursi bisnis di samping rekannya sesama anggota DPR RI, yakni Rudianto Tjen dan Utut Adianto.

    "Mereka yang kemudian memanggil awak kabin (pramugara) dengan nada cukup keras agar disiapkan oksigen. Saya berharap, ke depan, awak kabin Garuda bisa lebih responsif," ujar Adian.

    PT Garuda Indonesia menyampaikan permintaan maaf, terkait ketidakpuasan yang disampaikan oleh politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Adian Napitupulu.

    "Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Selanjutnya atas masukan yang disampaikan akan kami jadikan evaluasi lebih lanjut terkait upaya meningkatkan dan perbaikan prosedur penanganan pertama penumpang sakit di pesawat," kata Pejabat Direktur Operasi Garuda Indonesia Capt. Tumpal M. Hutapea, dalam keterangan tertulis, Ahad, 29 Desember 2019.

    Catatan redaksi: Berita ini telah diubah pada 29 Desember 2019 pukul 15.35 WIB dengan memasukkan keteragan dari PT Garuda Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.