Wakapolri Gatot Eddy Bicara Toleransi di Haul ke-10 Gus Dur

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Gatot Eddy Pramono saat mengikuti upacara kenaikan pejabat tinggi dan pejabat menengah Polri di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis, 26 Desember 2019. Sebanyak 12 Komisaris Besar menjadi Brigadir Jenderal, dan 90 Ajun Komisaris Besar Polisi menjadi Komisaris Besar. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Gatot Eddy Pramono saat mengikuti upacara kenaikan pejabat tinggi dan pejabat menengah Polri di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis, 26 Desember 2019. Sebanyak 12 Komisaris Besar menjadi Brigadir Jenderal, dan 90 Ajun Komisaris Besar Polisi menjadi Komisaris Besar. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakapolri Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono menghadiri acara Haul ke-10 KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang dihelat di Masjid Jami Al-Munawaroh, Ciganjur pada hari ini, Sabtu, 28 Desember 2019.

    Meski tak memiliki kedekatan historis dengan Gus Dur, Gatot mengaku sangat mengagumi nilai-nilai budaya dan kemanusiaan yang selalu diajarkan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) itu.

    "Banyak nilai-nilai budaya yang diajarkan Gus Dur, tentang persaudaraan, tentang kebersamaan, tentang bagaimana kita menghormati nilai-nilai kearifan lokal untuk mencegah terjadinya konflik sosial," ujar Gatot di Masjid Jami Al-Munawaroh, Ciganjur pada hari ini, Sabtu, 28 Desember 2019.

    Jika nilai-nilai yang diajarkan Gus Dur ini terus dijaga, ujar Gatot, permasalahan-permasalahan bangsa yang muncul belakangan akan bisa diantisipasi demi menjaga bingkai kesatuan NKRI. "Mari kita jaga kebersamaan itu, toleransi kita tunaikan untuk menjaga Indonesia," kata Gatot.

    Selain Wakapolri, hadir dalam rangkaian acara haul Gus Dur, Menteri Agama Kabinet Kerja Lukman Hakim Saifuddin, dan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid. Di acara malam puncak haul nanti, akan hadir pula Menkopolhukam Mahfud MD

    "Yang sudah konfirmasi itu Pak Mahfud MD, haul-nya kami enggak buat untuk yang dengan Presiden atau Wapres," ujar putri sulung Gus Dur, Alissa Wahid di lokasi yang sama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.