Polri Tambah 27 Ribu Personel di 2019, Terbanyak di Jawa Timur

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kedua kiri) didamping istri Fitri Handari Idham Aziz (kiri) melakukan salam komando dengan Kabareskrim Polri Inspektur Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kedua kanan) usai saat serah terima jabatan Kabareskrim di Mabes Polri Jakarta, Senin 16 Desember 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kedua kiri) didamping istri Fitri Handari Idham Aziz (kiri) melakukan salam komando dengan Kabareskrim Polri Inspektur Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kedua kanan) usai saat serah terima jabatan Kabareskrim di Mabes Polri Jakarta, Senin 16 Desember 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Personel Polri bertambah sebesar 5,7 persen atau sebanyak 27.012 personel baru di 2019. Kepala Kepolisian RI Jenderal Idham Azis mengatakan, bertambahnya jumlah personel itu untuk memenuhi kebutuhan pengembangan organisasi. 

    "Kami meningkatkan tipe beberapa Kepolisian Daerah dan penambahan Kepolisian Resor di tahun ini sehingga ada penambahan jumlah personel," kata Idham dalam 'Rilis Polri Akhir Tahun 2019' di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 28 Desember 2019. 

    Idham menjelaskan, jumlah personel Polri terbesar berada di Kepolisian Daerah Jawa Timur sebanyak 41.373 orang, lalu Kepolisian Daerah Jawa Tengah sebanyak 38.463 orang, dan Kepolisian Daerah Jawa Barat 32.490 orang. 

    Sedangkan sebaran personel terkecil ada di Kepolisian Daerah Kalimantan Utara sebanyak 2.577 orang, Kepolisian Sulawesi Barat sebanyak 2.771 orang, dan Kepolisian Daerah Gorontalo sebanyak 3.984 orang. "Total personel Polri pada 2019 ini sebesar 470.391 orang," ujar Idham.

    Pada 2019, kata Idham, Kepolisian Daerah Bengkulu dan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah kini menjadi Tipe A. Lalu 14 Kepolisian Resor Kota menjadi Kepolisian Resor Kota Besar, dan ada 32 Kepolisian Resor baru. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.