Kasus Jiwasraya, Ini Kata SBY Lewat Cuitan Asistennya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato Refleksi Akhir Tahun

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato Refleksi Akhir Tahun "Indonesia Tahun 2020: Peluang, Tantangan & Harapan", di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu 11 Desember 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Asisten pribadi Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ossy Dermawan mengatakan SBY menceritakan sejumlah tamunya yang membawa informasi soal kasus Jiwasraya yang ditengarai akan ditarik mundur ke tahun 2006, ke masa pemerintahan SBY. "Kurang etis kalau saya sebutkan. Backgroundnya dari macam-macam," ujar Ossy saat dimintai konfirmasi oleh Tempo mengenai tamu-tamu yang membawa informasi itu kepada SBY, Jumat, 27 Desember 2019.

    Tamu-tamu memberi tahu SBY karena Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan sudah bermasalah sejak periode pemerintahannya.  Tanggapan SBY atas kasus Jiwasraya dicuitkan Ossy dalam akun twitter pribadinya @ossydermawan. "SBY menjawab: Kalau di negeri ini tak satupun yang mau bertanggungjawab tentang kasus Jiwasraya, ya, salahkan saja masa lalu."

    Menurut SBY, berdasarkan cuitan Ossy, publik tahu jika krisis Jiwasraya terjadi pada dua tahun terakhir, yakni 2018-2019. Jika pemerintah era itu lepas tangan, SBY pasrah jika periode pemerintahannya yang disalahkan.

    "Para pejabat tahun 2006 juga masih ada mulai dari Saya, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN dan lain-lain. Tapi, tak perlu mereka harus disalahkan," cuit Ossy.

    SBY juga menuturkan, ia mendapat informasi bahwa saat ini banyak BUMN yang bermasalah. Mulai dari keuangan yang tidak sehat, utang yang sangat besar sampai dengan dugaan penyimpangan (melanggar aturan). "Kalau begini, jangan-jangan saya lagi yang disalahkan. Begitu respons SBY," kata Ossy.

    Ketika ditanya apakah pernyataan SBY ini karena merasa dikambinghitamkan dalam kasus Jiwasraya, Ossy meminta publik menafsirkannya sendiri. "Yang saya tweet adalah respons beliau. Bisa diinterpretasikan bagaimana perasaan beliau kan?" ujar Ossy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.