Ini Ciri Penyerang Novel Baswedan Berdasarkan 3 Sketsa Polisi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang bersama penyidik senior KPK, Novel Baswedan, membuka selubung kain kembali layar penghitung waktu sejak Novel Baswedan, diserang selama itu pula polisi gagal mengungkap pelaku, di gedung KPK Jakarta, Kamis, 19 Desember 2019. Layar penghitung waktu ini, untuk kembali mengingatkan Pimpinan KPK terpilih (2019 -2023) segera menuntaskan kasus penyiraman Air Keras terhadap Penyidik Senior KPK Novel Baswedan yang hingga 1000 hari tidak terungkap pelakunya. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang bersama penyidik senior KPK, Novel Baswedan, membuka selubung kain kembali layar penghitung waktu sejak Novel Baswedan, diserang selama itu pula polisi gagal mengungkap pelaku, di gedung KPK Jakarta, Kamis, 19 Desember 2019. Layar penghitung waktu ini, untuk kembali mengingatkan Pimpinan KPK terpilih (2019 -2023) segera menuntaskan kasus penyiraman Air Keras terhadap Penyidik Senior KPK Novel Baswedan yang hingga 1000 hari tidak terungkap pelakunya. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya menangkap dua polisi aktif yang diduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Kedua terduga pelaku ini berinisial RM dan RB.

    Mereka ditangkap di kawasan Cimanggis, Kota Depok. "Kami menangkap kedua terduga pelaku tadi malam (Kamis, 26 Desember 2019)," ujar Argo, Jumat, 27 Desember 2019.  

    Soal identitas pelaku dan pangkatnya di kepolisian pun Argo juga enggan menjawab. Ia beralasan keduanya baru ditangkap sehingga masih menjalani pemeriksaan. "BAP-nya saja saya belum baca," kata Argo merujuk Berita Acara Pemeriksaan. 

    Polisi pernah dua kali menyebar sketsa penyerang Novel. Total, ada tiga sketsa yang pernah dikeluarkan polisi.

    1. Sketsa Pertama

    Sketsa pertama ditunjukkan oleh mantan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian pada 31 Juli 2017 di Istana Negara. Ia mengatakan sketsa yang selesai dibuat dua hari lalu itu didapat setelah mendengar keterangan seorang saksi yang melihat terduga sebelum peristiwa terjadi.

    Seorang saksi melihat pria mencurigakan di samping kanan Masjid Al-Ikhsan sekitar lima menit sebelum penyerangan terhadap Novel Baswedan.

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian menunjukkan sketsa terduga penyerang Novel Baswedan. Biro Pers Istana Kepresidenan

    Ciri-ciri:

    - Umur 35 tahun- Tinggi 167 sentimeter

    - Bentuk muka bulat- Hidung bulat besar

    - Bibir tipis atas dan bawah tebal- Rambut ikal keriting kecil

    - Kulit sawo matang gelap

    - Mengenakan jaket warna biru berpenutup kepala.

    2. Sketsa Kedua

    Sketsa kedua ditampilkan polisi saat bertemu KPK pada 24 November 2017. Kala itu, Kepolisian Daerah Metro Jaya menunjukkan dua sketsa wajah terduga pelaku penyerang Novel Baswedan di Gedung KPK.

    Dia pernah mendatangi rumah Novel beberapa hari sebelum penyiraman. Dia juga terekam kamera pengawas.

    Ciri-ciri: :

    - Umur 40-an tahun

    - Tinggi 165 sentimeter

    - Wajah bulat

    - Dagu berat

    - Bentuk hidung bulat besar

    - Warna rambut hitam

    - Postur tubuh kekar

    - Kulit sawo matang--gelap

    - Menggunakan sweater warna abu-abu.

    Sketsa Mr. X terduga penyiram Novel Baswedan. Tribratanews.polri.go.id

    3. Sketsa Ketiga

    Sketsa ini juga ditampilkan polisi saat bertemu KPK pada 24 November 2017. Sejumlah saksi mata pernah melihat terduga pelaku ini di tempat wudu Masjid Al-Ikhsan, Kelapa Gading, sehari sebelum penyerangan Novel Baswedan, 10 April lalu. 

    Ciri-ciri:

    - Umur sekitar 35 tahun

    - Tinggi sekitar 173 sentimeter

    - Bentuk muka oval

    - Bentuk dagu tajam

    - Hidung lurus

    - Rambut berwarna hitam, bergelombang, dan panjang seleher

    - Postur tubuh atletis

    - Warna kulit sawo matang--terang

    - Menggunakan jaket berwarna hijau dengan lengan panjang warna terang.

    Sketsa Mr. X terduga penyiram Novel Baswedan. Tribratanews.polri.go.id


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.