Politikus Gerindra Kritik Adanya Jabatan Wakil KSP Jokowi

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko mengaku sudah mengusulkan nama calon Wakil Kepala KSP ke Presiden Joko Widodo.

    Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko mengaku sudah mengusulkan nama calon Wakil Kepala KSP ke Presiden Joko Widodo.

    Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Gerindra, Kamrussamad mengkritik keras langkah Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengadakan jabatan wakil Kepala Staf Kepresidenan (KSP). 

    Struktur baru KSP ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2019 tentang Kantor Staf Presiden.

    Dia menilai, langkah Jokowi bertentangan dengan program reformasi birokrasi yang selama ini digadang-gadang pemerintah. "Saat eselon 3, 4 dihapuskan, malah di lingkungan istana bertambah. Publik bisa menilai bahwa ada inkosistensi pemerintah dalam penerapan kebijakan," ujar Kamrussamad lewat keterangan tertulis pada Jumat, 27 Desember 2019.

    Politikus Gerindra ini mengimbau kepada para pembantu presiden agar tidak memberikan masukan kebijakan yang membebani keuangan negara, sementara target pendapatan negara melalui pajak tidak terpenuhi.

    "Semoga ini bukan karena tekanan Parpol pendukung yang belum dapat jatah sehingga perlu bagi-bagi kekuasan," ujar dia.

    Selain itu, ujar Kamrussamad, penambahan struktur Wakil Kepala KSP ini juga tidak pernah dikonsultasikan kepada DPR saat rapat dengar pendapat (RDP) pada November lalu.

    "Oleh karena itu, pada masa sidang berikutnya, kami akan tanyakan ke KSP dan Mensesneg," ujar dia.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.