Krisis Jiwasraya, SBY: Salahkan Saja Masa Lalu

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono saat berbincang dengan Presiden Joko Widodo di Ruang Garuda, Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 10 Oktober 2019. Pertemuan dilakukan di tengah isu Demokrat menyatakan siap mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Meskipun, PDIP telah mengutarakan sinyal penolakan ada parpol di luar koalisi Jokowi-Ma'ruf yang gabung usai Pilpres 2019. TEMPO/Subekti.

    Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono saat berbincang dengan Presiden Joko Widodo di Ruang Garuda, Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 10 Oktober 2019. Pertemuan dilakukan di tengah isu Demokrat menyatakan siap mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Meskipun, PDIP telah mengutarakan sinyal penolakan ada parpol di luar koalisi Jokowi-Ma'ruf yang gabung usai Pilpres 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) buka suara ihwal Jiwasraya yang disebut-sebut sudah bermasalah sejak periode pemerintahannya. Hal ini ia utarakan kepada para tetamunya, kemarin, yang membawa informasi bahwa kasus Jiwasraya mau ditarik mundur ke tahun 2006.

    "Kalau di negeri ini tak satupun yang mau bertanggung jawab tentang kasus Jiwasraya, ya salahkan saja masa lalu," kata SBY seperti dikisahkan asisten pribadinya, Ossy Dermawan lewat akun Twitter @ossydermawan, Jumat, 27 Desember 2019.

    Menurut SBY, berdasarkan cuitan Ossy, publik tahu jika krisis Jiwasraya terjadi pada dua tahun terakhir, yakni 2018-2019. Jika tidak ada yang mau bertanggung jawab, SBY mempersilakan untuk menyalahkan periode pemerintahannya.

    "Para pejabat tahun 2006 juga masih ada mulai dari saya, wakil presiden Jusuf Kalla, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN dan lain-lain. Tapi, tak perlu mereka harus disalahkan," cuit Ossy.

    SBY menuturkan ia mendapat informasi bahwa saat ini banyak BUMN yang bermasalah. Mulai dari keuangan yang tidak sehat, utang yang sangat besar sampai dengan dugaan penyimpangan (melanggar aturan). "Kalau begini, jangan-jangan saya lagi yang disalahkan. Begitu respons SBY," kata Ossy.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan Jiwasraya mengalami masalah sejak 10 tahun terakhir. Dalam tiga tahun terakhir, Jokowi mengatakan pemerintah telah mengetahui persoalan ini dan ingin menyelesaikannya, dan masalah itu bukan masalah yang ringan.

    “Kemarin kami sudah rapat, antara Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan. Yang jelas, gambaran solusi sudah ada, kita tengah mencari solusi itu,” kata Jokowi di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu Rabu 18 Desember 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.