Seleksi Terbuka Juru Bicara KPK Digelar Januari 2020

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan KPK terpilih Komjen Pol Firli Bahuri, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango, dan Nurul Ghufron usai dilantik Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat 20 Desember 2019. TEMPO/Subekti.

    Pimpinan KPK terpilih Komjen Pol Firli Bahuri, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango, dan Nurul Ghufron usai dilantik Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat 20 Desember 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Nawawi Pomolango mengatakan akan menggelar seleksi juru bicara KPK pada Januari 2020. "Untuk seleksi akan digelar pada Januari 2020, bersamaan dengan jabatan struktural lainnya," kata dia saat dihubungi, Kamis, 26 Desember 2019.

    Nawawi mengatakan untuk sementara posisi jubir akan diemban oleh pelaksana tugas. Namun, pelaksana tugas belum ditunjuk. Dia bilang pimpinan masih berdiskusi menentukan plt jubir.

    "Paling lambat Senin sudah ditunjuk," kata dia.

    Sebelumnya, pimpinan KPK jilid V memutuskan untuk mengisi jabatan juru bicara. Selama ini, Febri Diansyah merangkap jabatan itu selain Kepala Biro Humas KPK.

    Febri mengatakan sudah tak menjabat lagi sebagai jubir per hari ini. "Saya akan fokus dan lebih maksimal menjalankan tugas sebagai Kabiro Humas," kata dia di kantornya, Jakarta, Kamis, 26 Desember 2019.

    Febri Diansyah mulai menjabat Kabiro Humas pada 6 Desember 2016. Pada saat itu aturan yang berlaku ialah Peraturan KPK Nomor 1 Tahun 2015. Di aturan itu, secara spesifik disebutkan bahwa Kabiro Humas merangkap jubir KPK.

    Namun, dalam Peraturan KPK Nomor 3 Tahun 2018 posisi itu dipisah. Febri mengatakan pimpinan saat itu, Agus Rahardjo cs memutuskan dirinya tetap merangkap sebagai jubir KPK. "Pimpinan memutuskan Kabiro Humas tetap sebagai jubir," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?