Istana: Wakil Kepala KSP untuk Pastikan Program Berjalan Baik

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Staf Khusus Bidang Komunikasi sekaligus Juru Bicara Presiden Joko Widodo Fadjroel Rachman tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Staf Khusus Bidang Komunikasi sekaligus Juru Bicara Presiden Joko Widodo Fadjroel Rachman tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Istana, Fadjroel Rachman mengatakan, keberadaan posisi wakil kepala Kantor Staf Presiden (KSP) muncul karena mempertimbangkan beban kerja. Nantinya kepala staf dan wakil kepala staf, kata dia, akan saling berbagi tugas.

    Wakil kepala staf akan membantu memastikan program-program pemerintah berjalan dan dirasakan oleh masyarakat. "Mengutip pernyataan Kepala Staf KSP Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko bahwa ada pertimbangan beban kerja, wakil kepala staf menangani delivery assurance unit, sedangkan Kastaf menangani policy (kebijakan)," kata Fadjroel dalam keterangan tertulis, Kamis, 26 Desember 2019.

    Jabatan wakil kepala staf ini hal baru yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2019 tentang Kantor Staf Presiden. Pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi jabatan ini tidak ada.

    Kepala KSP Moeldoko dalam beberapa kesempatan mengatakan penunjukan wakil kepala staf merupakan wewenang Jokowi. "Itu otoritas Pak Presiden," kata dia pada 26 November lalu.

    Ia ingin wakilnya sosok yang berpengalaman di birokrasi. "Yang profesional bisa, bisa  punya pengalaman mengelola birokrasi, lebih pengalaman lebih bagus," ujar di pada 22 November2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.