Susuri Kali dengan Arung Jeram, Tim SAR Cari Korban Bus Sriwijaya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas gabungan dari SAR Pagaralam, TNI, Polri, BPBD dan Tagana melakukan evakuasi korban kecelakaan Bus Sriwijaya dengan rute Bengkulu - Palembang yang masuk jurang di Liku Lematang, Prahu Dipo, Dempo Selatan, Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa, 24 Desember 2019. ANTARA/Kiki

    Petugas gabungan dari SAR Pagaralam, TNI, Polri, BPBD dan Tagana melakukan evakuasi korban kecelakaan Bus Sriwijaya dengan rute Bengkulu - Palembang yang masuk jurang di Liku Lematang, Prahu Dipo, Dempo Selatan, Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa, 24 Desember 2019. ANTARA/Kiki

    TEMPO.CO, Palembang - Basarnas Palembang bersama tim gabungan akan meneruskan pencarian korban Bus Sriwijaya yang masuk jurang di Liku Lematang Pagaralam, Sumatera Selatan. Pada hari ketiga pencarian korban akan difokuskan di lokasi yang berjarak sekitar enam kilometer dari lokasi kecelakaan.

    “Tim akan menyisir arus sungai dengan arung jeram." Badan SAR Nasional Palembang menyampaikan dalam keterangan resmi, Kamis, 26 Desember 2019. Tim akan menyisir ke arah timur mengikuti arus sungai Lematang karena kemungkinan masih ada korban yang belum ditemukan.

    Sementara tim yang akan diturunkan dalam pencarian korban antara lain Tim SAR Pagaralam, tim SAR Bengkulu serta unsur terkait lainnya. Mereka akan menyelam termasuk di sekitar bus yang masuk jurang.

    Pada hari kedua, tim pencari telah mengevakuasi 48 korban meninggal dunia maupun selamat. “Sebanyak 35 orang diantara meninggal dan 13 lainnya selamat,” kata Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Palembang Benteng Telau.

    Pencarian hari kedua menemukan tujuh korban tewas. “Jenazah-jenazah itu ditemukan, di antaranya di dalam bus dan sebagian lagi terbawa arus air,” ujar dia.

    Bus Sriwijaya dari Bengkulu menuju Palembang masuk ke jurang di Liku Lematang, Desa Perahu Dempo, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan sekitar pukul 23.15 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?