Abdul Somad Raih Gelar Doktor dengan Predikat Mumtaz di Sudan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ustad Abdul Somad. Instagram/@ustadzabdulsomad_official

    Ustad Abdul Somad. Instagram/@ustadzabdulsomad_official

    TEMPO.CO, Jakarta - Penceramah Abdul Somad Batubara dikabarkan baru saja menyelesaikan sidang promosi S3-nya di Universitas Islam Omdurman, Sudan. Kabar ini ia bagikan melalui akun Instagram resmi miliknya pada Selasa, 24 Desember 2019.

    Somad menulis disertasi berjudul "Kontribusi Hadratussyaikh Muhammad Hasyim Asyari Dalam Penyebaran Hadits di Indonesia". Dalam sidang disertasinya itu, Somad diuji oleh Omar al-Ma'ruf Ali, Haidar Idrus Ali (Ketua Jurusan Hadits di Universitas Internasional Afrika), dan Iwadh al-Karim Husain Miraf (Guru Besar Hadis Universitas Islam Omdurman).

    "Nilai: Mumtaz (Cum Laude)," tulis Somad di akun Instagramnya.

    Somad turut mengucapkan terima kasihnya kepada sejumlah pihak, salah satunya Duta Besar Indonesia untuk Sudan Rossalis Rusman Adnan.

    Pria yang akrab disapa UAS itu menyelesaikan S1-nya di Universitas Al-Azhar, Mesir. Sementara itu ia menyelesaikan S2 di Daar al-Hadits Al-Hassania Institute, Kerajaan Maroko.

    Kabar Abdul Somad yang melanjutkan pendidikannya pertama kali diungkapkan oleh Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Riau, Ahmad Mujahidin, pada 8 Mei 2019. Informasi ini muncul seiring viralnya video Somad memberi dukungan kepada calon presiden 2019, kini Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.

    Sejumlah pihak menilai Somad melanggar aturan aparatur sipil negara karena dianggap ikut kampanye. Belakangan, pada Oktober 2019 Somad menyatakan mundur sebagai ASN dan berhenti mengajar di UIN Sultan Syarif Kasim dengan alasan sibuk berdakwah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.