Soal Muslim Uighur, Mahfud Md Sudah Bicara ke Dubes Cina

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD memberikan keterangan kepada wartawan setelah menyerahkan LHKPN di gedung KPK, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD memberikan keterangan kepada wartawan setelah menyerahkan LHKPN di gedung KPK, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md mengaku pernah menyampaikan kepada Duta Besar Cina untuk Indonesia, Xiao Qian jika soal Uighur mengganggu umat Islam di Indonesia.

    Hal itu ia sampaikan saat pertemuan tertutup yang digelar 5 Desember 2019 lalu.

    "Saya undang Dubes Cina ke Kantor Menko Polhukam dan menyatakan bahwa situasi Uighur mengusik sebagian orang Islam di Indonesia," cuit Mahfud dalam akun Twitternya, Rabu pagi, 25 Desember 2019.

    Mahfud juga mempertanyakan alasan mengapa bisa terjadi konflik dengan Uighur di Xinjiang, sedangkan di daerah lain kaum muslimin Cina aman saja.

    Ia mengatakan pertanyaan itu bukan dalam rangka mengintervensi pemerintah Cina tetapi hanya berdiskusi dalam rangka ingin tahu pokok permasalahannya.

    "Saya tegaskan bahwa kita tak ingin ikut campur tapi ingin tahu masalahnya. Setelah dia menjelaskan, ya, sudah. Kita tak mau intervensi," ujar Mahfud.

    Mahfud tertarik ingin tahu karena mengaku sering pergi ke Cina dan melihat banyak masjid, restoran halal, dan pemukiman-pemukiman muslim.

    "Rasanya aman saja. Kok di Uighur ada yang begitu?" tanya Mahfud.

    Mahfud mengatakan Indonesia memang memiliki hubungan diplomatik dengan pemerintah Cina. Karena itu, Indonesia tidak ingin mengintervensi dan menganggap masalah muslim Uighur itu urusan internal pemerintah Negeri Tirai Bambu itu.

    "Maka diplomasi yang dilakukan ya lunak saja. Saya minta penjelasan langsung kepada Dubes Cina," kata Mahfud.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.