Natal, Dita Soedarjo Sedih Tak Bisa Ketemu Lama dengan Ayahnya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengusaha yang juga sosialita muda, Dita Soedarjo. TEMPO/Nurdiansah

    Pengusaha yang juga sosialita muda, Dita Soedarjo. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesohor Dita Soedarjo sedih tak bisa bertemu lama dengan ayahnya, tersangka suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus SAS dan Rolls Royce P.L.C terhadap PT Garuda Indonesia pada Natal kali ini, Rabu, 25 Desember 2019. Ia mengatakan, ruang pertemuan di dalam Kelas I Cabang Rutan KPK sudah penuh. "Enggak bisa masuk, sudah penuh," kata dia sekeluar dari Rumah Tahanan KPK.

    Dita datang menenteng goodie bag yang diperlihatkan isinya kepada sejumlah jurnalis. Tas itu berisi makanan, bubuk kopi, dan penutup mata. "Sama bawa doa, biar kuat," ucap Dita. Senada dengan Dita, Maruli mengatakan membawa anak mereka dan makanan.

    KPK menetapkan Soetikno Soedarjo sebagai tersangka pada Januari 2017. Dia ditahan pada 7 Agustus 2019. 

    Dita mengatakan kondisi ayahnya baik-baik saja. Tidak begitu dengannya. "Galau banget nih, hujan lagi tambah moodnya jadi begini," ujar dia sambil masuk ke dalam mobil.

    KPK memfasilitasi 18 tahanan yang merayakan Hari Raya Natal untuk bertemu keluarga pada hari ini, 25 Desember 2019. Mereka adalah Freddy Lumban Tobing, Markus Nari, Makmur, Bartholomeus Toto, David Manibui, Sendy Pericho, Nelly Margaretha, Sri Wahyuni Maria Manalip, Benhur Lalenoh, Budi Winarto, Mikael Kambuaya, Simon Susilo, Soetikno Soedarjo, Aleksius, Alvin Suherman, Chandra Suwanda, Kock Meng, dan Suheri Terta.

    Mereka semua berada di Rumah Tahanan Kelas I Cabang Rutan KPK. "Para tahanan menjalankan ibadah Natal di rumah tahanan K4," ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Humas KPK Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi, pada 24 Desember 2019. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?