Natal, Tersangka Suap Garuda Soetikno Soedarjo Dibesuk Anak-Cucu

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi tersangka kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Soetikno Soedarjo usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 31 Juli 2019. Mantan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi (MRA) itu diperiksa sebagai tersangka karena diduga merupakan pihak yang memberikan suap kepada tersangka mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar untuk membeli mesin Rolls Royce. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ekspresi tersangka kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Soetikno Soedarjo usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 31 Juli 2019. Mantan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi (MRA) itu diperiksa sebagai tersangka karena diduga merupakan pihak yang memberikan suap kepada tersangka mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar untuk membeli mesin Rolls Royce. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak terlalu ramai pada Natal, 25 Desember 2019 ini. Hanya ada beberapa orang keluarga tahanan korupsi, sedang mengantre untuk bisa masuk dan menjenguk keluarganya.

    Salah satunya adalah penyanyi Maruli Tampubolon. Ia datang untuk menjenguk mertuanya, Soetikno Soedarjo, tersangka suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus SAS dan Rolls Royce P.L.C terhadap PT Garuda Indonesia. "Bawa makanan, bawa cucu," kata Maruli seusai menjenguk Soetikno.

    Ia tak banyak berkomentar mengenai kunjungannya dan bergegas menuju tempat mobilnya terparkir sambil menggendong anak perempuannya. 

    Tak lama setelah Maruli, anak Soetikno, Dita Soedarjo keluar dari Rutan. Ia menenteng goodie bag yang kemudian ia perlihatkan isinya kepada sejumlah jurnalis. Goodie bag itu berisi makanan, bubuk kopi, dan penutup mata. "Sama bawa doa, biar kuat," ucap Dita.

    Dita mengaku sedih, pada Natal ini ia tak bisa bertemu lama dengan ayahnya. Ia mengatakan, ruang pertemuan di dalam rutan sudah penuh. "Enggak bisa masuk, sudah penuh."

    Dita mengatakan, ayahnya dalam keadaan baik. "Galau banget nih, hujan lagi tambah moodnya jadi begini," ujar dia sambil masuk ke dalam mobil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?