Polisi Bantah Ada Geng Solo di Pucuk Pimpinan Mabes Polri

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal memberikan keterangan saat rilis hasil investigasi TGPF Novel Baswedan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 17 Juli 2019.  Kasus-kasus yang ditangani Novel Baswedan yaitu kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, kasus mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), kasus Sekjen MA, kasus Bupati Buol, dan kasus Wisma Atlet. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal memberikan keterangan saat rilis hasil investigasi TGPF Novel Baswedan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 17 Juli 2019. Kasus-kasus yang ditangani Novel Baswedan yaitu kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, kasus mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), kasus Sekjen MA, kasus Bupati Buol, dan kasus Wisma Atlet. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal membantah adanya Geng Solo di pucuk kepemimpinan Polri.

    Iqbal mengatakan, mutasi jabatan memiliki parameter dan mekanisme yang sudah diatur.

    "Mutasi jabatan di Polri ada mekanismenya, melihat track record atau rekam jejak dan lewat Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi," ujar Iqbal saat dihubungi, pada Senin, 23 Desember 2019.  

    Iqbal pun kembali menegaskan bahwa tidak ada klasifikasi kelompok tertentu dalam penunjukkan perwira tinggi di Polri. "Sama sekali tidak ada parameter geng-gengan," kata Iqbal.

    Tudingan Presiden Joko Widodo atau Jokowi membentuk geng Solo ini pertama kali disampaikan Indonesia Police Watch. IPW berangkat dari pemilihan Kapolda Nusa Tenggara Barat Inspektur Jenderal Nana Sudjana untuk menduduki kursi Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya. Adapun Nana pernah menjabat sebagai Kapolresta Solo saat Jokowi masih sebagai Wali Kota di kota tersebut.

    Selain Nana, Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang baru-baru ini menjabat sebagai Kabareskrim juga disorot. Diketahui, Listyo sempat menjabat sebagai Kapolrestas Solo dan juga pernah menjadi ajudan Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.