Febri Diansyah: Juru Bicara KPK Harus Jaga Keterbukaan Informasi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019. KPK kembali menetapkan bekas Bupati Bogor Rahmat Yasin sebagai tersangka korupsi biaya operasional serta biaya kampanye pemilihan kepala daerah dan legislatif tahun 2013-2014 selain itu ia diduga menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol dan mobil Toyota Velfire senilai Rp 825 juta. TEMPO/Imam Sukamto

    Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019. KPK kembali menetapkan bekas Bupati Bogor Rahmat Yasin sebagai tersangka korupsi biaya operasional serta biaya kampanye pemilihan kepala daerah dan legislatif tahun 2013-2014 selain itu ia diduga menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol dan mobil Toyota Velfire senilai Rp 825 juta. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan ikhlas jika Ketua KPK Firli Bahuri menunjuk orang lain sebagai jubir lembaga antikorupsi ini.

    Hanya saja, Febri berpesan agar juru bicara yang baru tetap menjaga keterbukaan informasi publik di KPK. "Saya cukup yakin itu bukan pertimbangan pribadi, tapi mungkin ada pertimbangan kebutuhan organisasi," ujar Febri melalui keterangan tertulis, Senin, 23 Desember 2019. 

    Febri berharap, juru bicara yang akan menggantikannya bisa menjadi jembatan informasi sekaligus sarana akuntabilitas KPK kepada masyarakat melalui para jurnalis. Sebab, menurut Febri, keterbukaan informasi adalah bagian dari cara KPK untuk membuka diri agar diawasi. 

    Febri mengemban tugasnya sebagai Juru Bicara KPK sekaligus Kepala Biro Hubungan Masyarakat sejak Desember 2016. Ia awalnya sudah mengusulkan agar jabatan juru bicara dan kabiro humas dipegang oleh orang yang berbeda.

    "Akan tetapi hingga Pimpinan Jilid IV selesai menjalankan tugasnya masih meminta saya menjalankan kedua fungsi itu di waktu yang sama. Jadi tugas itu sudah saya jalankan sebaik-baik yang saya bisa selama lebih tiga tahun," ucap Febri. Febri pun berharap penggantinya nanti bisa membawa KPK menjadi jauh lebih baik lagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.