Firli akan Ganti Jubir KPK, Febri Diansyah: Kebutuhan Organisasi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara KPK Febri Diansyah memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019. KPK resmi menetapkan mantan Bupati Seruyan periode 2003-2008 dan 2008-2013 Darwan Ali dan Direktur PT Swa Karya Jaya Tju Miming Aprilyanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Pelabuhan Laut Teluk Segintung, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah tahun 2007-2012 yang diduga telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 20,84 milyar. TEMPO/Imam Sukamto

    Juru bicara KPK Febri Diansyah memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019. KPK resmi menetapkan mantan Bupati Seruyan periode 2003-2008 dan 2008-2013 Darwan Ali dan Direktur PT Swa Karya Jaya Tju Miming Aprilyanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Pelabuhan Laut Teluk Segintung, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah tahun 2007-2012 yang diduga telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 20,84 milyar. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan tak masalah jika Ketua KPK Firli Bahuri akan mencari seseorang untuk mengisi kursi juru bicara di lembaga antikorupsi ini.

    Febri mengaku ikhlas jika nantinya dirinya tak lagi diperlukan oleh KPK. "Jika memang Pimpinan KPK jilid V menghendaki juru bicara yang baru saya kira silakan saja. Saya cukup yakin itu bukan pertimbangan pribadi, tapi mungkin ada pertimbangan kebutuhan organisasi," ujar Febri melalui keterangan tertulis, Senin, 23 Desember 2019. 

    Febri berharap, juru bicara yang akan menggantikannya bisa menjadi jembatan informasi sekaligus sarana akuntabilitas KPK kepada masyarakat melalui para jurnalis. Sebab, menurut Febri, keterbukaan informasi adalah bagian dari cara KPK untuk membuka diri agar diawasi. "Doakan saja KPK bisa mendapatkan putra-putri terbaik mengisi posisi tersebut dan juga sejumlah jabatan yang saat ini sedang kosong," kata dia.

    Febri mengemban tugasnya sebagai Juru Bicara KPK sekaligus Kepala Biro Hubungan Masyarakat sejak Desember 2016. Ia awalnya sudah mengusulkan agar jabatan juru bicara dan kabiro humas dipegang oleh orang yang berbeda.

    "Akan tetapi hingga Pimpinan Jilid IV selesai menjalankan tugasnya masih meminta saya menjalankan kedua fungsi itu di waktu yang sama. Jadi tugas itu sudah saya jalankan sebaik-baik yang saya bisa selama lebih tiga tahun," ucap Febri. Febri pun berharap penggantinya nanti bisa membawa KPK menjadi jauh lebih baik lagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?