Pesan Uskup Agung Semarang Soal Perayaan Natal

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi liburan natal (pixabay.com)

    ilustrasi liburan natal (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Uskup Agung Semarang Monsinyur Robertus Rubiyatmoko menuturkan dalam perayaan Natal tahun ini, ia mengajak umat nasrani baik Katolik dan Kristen untuk memaknai tema besar bersama yang disepakati.

    Tema Natal yang diusung tahun ini, ujar Robertus, adalah Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang.

    “Tema itu mengimbau semua umat kristiani, baik Katolik maupun Kristen untuk bersama-sama menjadi sahabat bagi orang lain,” ujar Robertus usai bertemu Raja Keraton yang juga Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan Yogyakarta Senin 23 Desember 2019.

    Robertus menuturkan, tema itu juga yang dibahas dalam pertemuan satu jam pihaknya bersama Sultan HB X. Tentang bagaimana mewujudkan kehidupan bersama yang semakin diwarnai dengan semangat perdamaian, persaudaraan, dan keharmonisan demi Indonesia yang maju.

    “Tema ini juga sangat cocok sekali dengan deklarasi Abudhabi,” ujarnya.

    Deklarasi Abudhabi itu merupakan deklarasi persaudaraan yang ditandatangani oleh Paus Fransiskus dengan Imam Besar Al Azhar Ahmaed Al Tayyib pada 4 Februari 2019 lalu. Deklarasi itu, ujar Robertus, mengajak seluruh umat sungguh sungguh mengupayakan kehidupan bersama yang damai, rukun, dan semua menjadi saudara.

    Robertus mengatakan deklarasi Abudhabi itu dimunculkan dan disepakati bersama sebagai usaha untuk menyingkirkan ekstrimisme yang terjadi di dunia beberap waktu terakhir. Hal ini lantas menjadi konsentrasi bersama di berbagai negara.

    Dalam pertemuan itu, ujar Robertus, pihaknya juga membahas tentang kondisi kerukunan umat beragama serta masalah kenegaraan dengan Sultan HB X.

    Terkait kondisi toleransi beragama di Yogya, Robertus mengaku pihaknya bersyukur Yogya masih menjadi daerah yang bisa diandalkan sebagai rumah bagi semua orang berlatar apa pun untuk beraktivitas dengan nyaman. Khususnya dalam menjaga kerukunan kehidupan antar agama dan kepercayaan di dalamnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.