Tito Karnavian Ingin Suatu Saat Mendagri Seorang Wanita

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat, Senayan, Jakarta, Selasa, 26 November 2019. TEMPO/Putri.

    Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat, Senayan, Jakarta, Selasa, 26 November 2019. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta -  Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ingin Kementerian Dalam Negeri dipimpin oleh seorang wanita.

    Tito tidak mau peringatan hari ibu setiap 22 Desember hanya menjadi ritual semata, tapi Kemendagri harus melakukan sesuatu peran yang nyata.

    "Suatu saat saya ingin Mendagri juga dari Wanita," ujar Tito usai menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-20 di Gedung Kemendagri Jakarta, Senin.

    Tito menyebut emansipasi wanita di Indonesia cukup maju dalam hal posisi dan jabatan. Sebut saja, beberapa pos di Kementerian saat ini banyak diisi oleh wanita.

    Di dalam sejarah perjalanan bangsa, kata Tito, telah mencatat adanya Presiden wanita pertama di Republik Indonesia, yaitu Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPR wanita pertama Republik Indonesia, Puan Maharani. Tito berharap itu terjadi juga di pos Kementerian Dalam Negeri.

    "Sekjen Kemendagri dulu juga pernah wanita (sekarang Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan) Ibu Siti Nurbaya," ucap Tito.

    Ia menambahkan telah banyak juga Gubernur Wanita seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, juga ada Wali Kota serta Bupati Wanita yang berperan baik di Republik ini.

    "Wakil Gubernur juga ada wanita, Bupati juga banyak sekali wanita," tambah Tito.

    Oleh karena itu, Indonesia termasuk negara yang hebat dalam emansipasi wanita menurut pandangan Tito.

    "Mungkin kalau tidak ada 22 Desember itu, termasuk juga jasa dari ibu Kartini, yang diperingati tanggal 21 April, mungkin emansipasi wanita Indonesia tidak seperti sekarang ini," kata dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?