KPK Agendakan Pemeriksaan Mantan Pejabat Garuda Indonesia

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • VP Corporate Secretary and Investor Relations PT Garuda Indonesia, Hengki Heriandono, seusai menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 16 Desember 2019. Hengki diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada Garuda Indonesia (Persero), Hadinoto Soedigno dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls Royce pada PT Garuda Indonesia. TEMPO/Imam Sukamto

    VP Corporate Secretary and Investor Relations PT Garuda Indonesia, Hengki Heriandono, seusai menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 16 Desember 2019. Hengki diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada Garuda Indonesia (Persero), Hadinoto Soedigno dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls Royce pada PT Garuda Indonesia. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memeriksa mantan Executive Vice President (EVPEngineering PT Garuda Indonesia, Sunarko Kuntjoro, Senin, 23 Desember 2019. Ia akan diperiksa terkait kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus SAS dan Rolls Royce P.L.C terhadap PT Garuda Indonesia.

    "Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HS (Hadinoto Soedigno)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati melalui keterangan tertulis, pada Senin, 23 Desember 2019.

    Dalam penyidikan kasus itu, KPK telah mengidentifikasi total suap yang mengalir kepada para tersangka maupun sejumlah pihak mencapai sekitar Rp 100 miliar.

    KPK sebelumnya telah terlebih dahulu menetapkan mantan Direktur Utama PT Garuda Emirsyah Satar dan mantan Beneficial Owner Connaught International Pte. Ltd Soetikno Soedarjo sebagai tersangka suap pengadaan pesawat pada 16 Januari 2017.

    Keduanya kemudian kembali ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang pada 7 Agustus 2019 hasil pengembangan dari kasus suap sebelumnya. Sedangkan Hadinoto ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pengadaan pesawat itu juga pada 7 Agustus 2019.

    KPK telah merampungkan penyidikan kasus suap itu terhadap Emirsyah Satar dan Soetikno. Keduanya segera akan disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

    ANDITA RAHMA | M. ROSSENO AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?