Suap Distribusi Gula, KPK Periksa Sekretaris Direktur PTPN III

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Direktur Pemasaran PTPN III (Persero) juga Komisaris Utama PT KPBN, I Kadek Kertha Laksana, seusai menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 25 November 2019. I Kadek Kertha Laksana diperiksa sebagai tersangka dalam kasus suap terkait distribusi gula di PTPN III 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    Mantan Direktur Pemasaran PTPN III (Persero) juga Komisaris Utama PT KPBN, I Kadek Kertha Laksana, seusai menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 25 November 2019. I Kadek Kertha Laksana diperiksa sebagai tersangka dalam kasus suap terkait distribusi gula di PTPN III 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sekretaris Direktur Pemasaran PTPN III Holding, Adinda Anjarsari, hari ini, 23 Desember 2019. "Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IKL," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui keterangan tertulis, pada Senin, 23 Desember 2019. IKL adalah I Kadek Kertha Laksana yang tersangkut kasus tindak pidana suap distribusi gula di PTPN III Tahun 2019.

    Selain Adinda, KPK juga memeriksa Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha Kurnia Toha untuk kasus dan tersangka yang sama.

    Dalam perkara ini, KPK menetapkan tiga tersangka, yakni I Kadek, Direktur Utama PTPN III Dolly Pulungan dan pengusaha Pieko Nyotosetiadi. KPK menyangka Dolly melalui I Kadek menerima Sin$ 345 ribu dari Pieko untuk memuluskan perjanjian kontrak distribusi gula.

    Dalam dakwaan untuk Pieko, KPK menyebut Syarkawi menerima Sin$ 190 ribu dari Pieko. KPK menyatakan Pieko memberikan uang itu agar Syarkawi membuat kajian untuk menghindari kesan adanya praktek monopoli perdagangan oleh perusahaannya.

    ANDITA RAHMA | M. ROSSENO AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.