Ngabalin Sebut Jokowi Sudah Ingatkan Gibran Risiko Maju Pilkada

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin di Hotel Cosmo Amarossa, Jakarta Selatan pada Rabu, 16 Oktober 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin di Hotel Cosmo Amarossa, Jakarta Selatan pada Rabu, 16 Oktober 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin menyebut Gibran Rakabuming Raka tidak pernah membicarakan pencalonan dirinya sebagai Wali Kota Solo kepada sang ayah, Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    "Saya sendiri pernah bertanya langsung kepada Presiden, Pak Jokowi bilang tanya langsung sana, sana sama Gibran," kata Ngabalin di Jakarta, Ahad, 22 Desember 2019.

    Kendati demikian, Ngabalin mengatakan bahwa Jokowi tetap memberi restu kepada putra sulungnya itu untuk maju dalam kontestasi Pilkada 2020. "Kalau Pak Jokowi itu terbuka untuk kepentingan demokrasi. Makanya, Pak Jokowi mempersilakan saja kalau mau," kata Ngabalin.

    Jokowi, kata Ngabalin, hanya mengingatkan Gibran agar berjiwa besar menanggung risiko apa pun terkait dengan hasil pilkada nantinya, baik terpilih maupun tidak.

    Ngabalin mengatakan bahwa majunya Gibran dalam pilkada sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan sebab suami dari Selvi Ananda tersebut dipandang telah memenuhi kriteria dari segi usia.

    Selain itu, Ngabalin juga menilai Gibran sudah banyak belajar dari sang ayah untuk menjadi seorang politikus dan pemimpin.

    "Mustahil bagi seorang anak wali kota, anak gubernur, anak presiden tidak terpola kaderisasinya sebagai seorang anak politikus. Politisi yang paling tertinggi itu, ya, Pak Jokowi menjadi seorang presiden," kata Ngabalin.

    Ngabalin meyakini bila nantinya Gibran terpilih sebagai Wali Kota Surakarta, hal tersebut bukan karena campur tangan Jokowi. Melainkan perjuangan Gibran dan takdir Tuhan.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.