Hari Ibu, Presiden Jokowi: Wajah Indonesia Dibentuk Kaum Ibu

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menerima sambutan adat Dayak Lundayeh Krayan di Bandara Yuvai Semaring, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis 19 Desember 2019. Dalam kunjungan kerjanya, presiden menerima gelar adat dari Lembaga Adat Besar Dayak Lundayeh Krayan yaitu Derayeh Acang Aco atau berarti menerangi seluruh rakyat Indonesia. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo menerima sambutan adat Dayak Lundayeh Krayan di Bandara Yuvai Semaring, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis 19 Desember 2019. Dalam kunjungan kerjanya, presiden menerima gelar adat dari Lembaga Adat Besar Dayak Lundayeh Krayan yaitu Derayeh Acang Aco atau berarti menerangi seluruh rakyat Indonesia. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo saat peringatan Hari Ibu yang jatuh pada Minggu (22/12/2019) menilai wajah Indonesia dibentuk atas jasa para ibu.

    "Wajah Indonesia hari ini dan di masa depan, adalah wajah yang turut dibentuk oleh kaum ibu," demikian unggahan Presiden @jokowi dalam media sosial Instagram dikutip ANTARA di Jakarta pada Minggu.

    Menurut Presiden, kaum ibu memiliki akses dan kesempatan yang luas dalam mengabdi kepada bangsa.

    Kaum ibu memiliki peran dan kekuatan baik di bidang ekonomi, politik, sosial, serta kemasyarakatan.

    Perempuan juga berjasa membangun peradaban bangsa melalui pengasuhan anak dalam keluarga.

    "Perempuan yang berdaya adalah wujud Indonesia yang maju," ujar Jokowi.

    Dalam unggahannya tersebut, Presiden menampilkan gambar empat perempuan dewasa bersama anak kecil yang sedang melakukan beragam aktivitas.

    Gambar itu dilengkapi tulisan "Selamat Hari Ibu 22 Desember 2019".

    Hingga pukul 13:36 WIB, sebanyak 336.547 akun Instagram menyukai unggahan @jokowi itu dan dikomentari oleh 1.245 akun.

    Terkait jasa orang tua, khususnya ibu, Jokowi pernah mengisahkan perjuangan bapak-ibu kandung sang Presiden yang harus bekerja keras untuk menyekolahkan anak-anaknya.

    Saat meninjau program Mekaar di Alun-Alun Cilegon, Banten pada Jumat (6/12/2019), Jokowi bercerita ibu kandungnya, Sujiatmi, berjualan bambu dan kayu, sementara bapak kandung, almarhum Wijiatno Notomiharjo, harus bangun subuh untuk bekerja sebagai supir.

    Dia mengatakan pekerjaan itu dilakukan hingga malam hari.

    Presiden peraih penghargaan sebagai Tokoh Asia 2019 dari media The Straits Times Singapura itu memaknai kisahnya bahwa setiap orang memang harus bekerja keras untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...