PDIP Buka Peluang Koalisi dengan Partai Lain di Pilkada Solo

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gibran Rakabuming Raka (kanan) didampingi pendukungnya mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Kota Solo di Panti Marhaen, Kantor Dewan Perwakilan Daerah PDIP Jawa Tengah, Semarang, Kamis, 12 Desember 2019. Putra sulung Presiden Joko Widodo alias Jokowi berencana mengikuti untuk Pilkada Solo 2020. TEMPO/Jamal Abdun Nashr

    Gibran Rakabuming Raka (kanan) didampingi pendukungnya mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Kota Solo di Panti Marhaen, Kantor Dewan Perwakilan Daerah PDIP Jawa Tengah, Semarang, Kamis, 12 Desember 2019. Putra sulung Presiden Joko Widodo alias Jokowi berencana mengikuti untuk Pilkada Solo 2020. TEMPO/Jamal Abdun Nashr

    TEMPO.CO, Jakarta -Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak menutup peluang koalisi dengan partai-partai lain di Pilkada Solo 2020.

    Peluang itu terbuka kendati PDIP sebenarnya bisa mengusung calonnya sendiri. Partai banteng memiliki 30 dari 45 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Solo.

    "PDIP bisa mengusung sendiri tetapi ruang kerja sama juga dibuka," kata Hasto di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 21 Desember 2019.

    Hal ini disampaikan Hasto saat ditanya soal sikap partai-partai yang mengirim sinyal mendukung pencalonan putra sulung Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.

    Beberapa partai yang membuka peluang Gibran adalah Partai Nasdem, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera.

    Hasto mengatakan PDIP belum mengambil keputusan ihwal siapa kandidat yang akan direkomendasikan maju Pilkada Solo. Dia berujar, rekomendasi itu menjadi kewenangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

    Selain Gibran, Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo berniat maju dari partai banteng. Purnomo diajukan oleh DPC PDIP Solo untuk maju berpasangan dengan Teguh Prakoso.

    Terkait kemungkinan koalisi, Hasto mengatakan PDIP akan memutuskan di waktu yang tepat. PDIP akan berhati-hati sebab Solo dinilai sebagai pusat kebudayaan Jawa.

    "Kami akan mengambil keputusan pada momentum tepat, apalagi ini menentukan masa depan kota Surakarta sebagai pusat kebudayaan Jawa," kata dia.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?