5 Orang yang Diduga Serang Anggota Brimob di Yahukimo Ditangkap

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw (kiri) menyalami anggota TNI di sela-sela upacara apel gabungan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin 14 Oktober 2019. TNI dan Polri bersinergi untuk meningkatkan pengamanan di Wamena. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw (kiri) menyalami anggota TNI di sela-sela upacara apel gabungan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin 14 Oktober 2019. TNI dan Polri bersinergi untuk meningkatkan pengamanan di Wamena. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolda Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw mengatakan lima orang yang diduga terlibat dalam berbagai insiden di Dekai saat ini sudah ditangkap dan ditahan di Mapolres Yahukimo.

    "Memang benar saat ini sudah lima orang yang ditangkap dan ditahan serta diperiksa penyidik untuk mengungkap sejauh mana keterlibatan mereka," ujar Kapolda Waterpauw.

    Data awal, kata Waterpauw, kelimanya ditangkap karena diduga sebagai pemicu hingga terjadi insiden di Dekai yang menewaskan anggota Brimob asal Polda Riau.

    Menurutnya, Polda Papua sudah mengirim tim untuk membantu pemulihan di wilayah itu. Operasi pemulihan itu dipimpin Wadir Lantas AKBP Ade Jahya yang juga mantan Kapolres Yahukimo .

    Mereka juga mengirim penyidik yang membantu Reskrim Polres Yahukimo, Papua dalam menangani kasus yang terjadi di wilayahnya .

    "Secara keseluruhan situasi sudah relatif kondusif, dan tidak ada penambahan pasukan karena personel yang ada dirasakan sudah mencukupi, apalagi dibantu TNI," kata Waterpauw.

    Mantan Kapolda Sumut itu berharap agar masyarakat tidak mudah terprovokasi untuk melakukan aksi kekerasan.

    “Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi dan tidak melakukan tindakan anarkis,” kata Waterpauw.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.