Gatot Eddy Pramono Jadi Wakapolri, Ini Tanggapan Bamsoet

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono memberikan keterangan pers terkait Operasi Zebra Jaya 2019 di Lapangan Promoter Dit Lantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. Polda Metro Jaya mulai menggelar Operasi Zebra Jaya 2019 pada 23 Oktober 2019 hingga 5 November 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono memberikan keterangan pers terkait Operasi Zebra Jaya 2019 di Lapangan Promoter Dit Lantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. Polda Metro Jaya mulai menggelar Operasi Zebra Jaya 2019 pada 23 Oktober 2019 hingga 5 November 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Bambang Soesatyo alias Bamsoet mendukung penempatan Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono menjadi Wakil Kapolri (Wakapolri).

    Gatot Eddy Pramono sebelumnya menjabat Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Kapolda Metro Jaya).

    "Rekam jejak lulusan Akpol 1988 tersebut sudah teruji di berbagai medan penempatan," kata Bamsoet melalui keterangan tertulisnya hari ini, Sabtu, 21 Desember 2019.

    Bamsoet terutama menyinggung peran Gatot Eddy ketika memimpin Satuan Tugas (Satgas) Nusantara, tim yang dibentuk menjelang Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

    Menurut Bamsoet, Polri berhasil menjaga situasi bangsa dalam keadaan aman dan damai di tengah berbagai hiruk-pikuk dan akrobat politik ketika itu.

    Bamsoet juga menyinggung bahwa saat ini Pilkada 2020 sudah di depan mata.

    "Salah satunya berkat Satuan Tugas Nusantara yang dipimpin Irjen Gatot," ujar politikus Golkar ini.

    Bamsoet, yang pernah menjabat Ketua Komisi Hukum DPR, pun berharap Gatot Eddy Pramono bisa mendampingi Kapolri Jenderal Idham Azis sebagai dwitunggal. Kekompakan keduanya akan menjadi panutan personil Kepolisian. 

    Penunjukkan Gatot Eddy Pramono sebagai Tribarata 2, sebutan untuk jabatan Wakapolri, dituangkan dalam Telegram Rahasia Nomor ST/330/XII/KEP/2019 yang diteken Kapolri Jenderal Idham Azis pada Jumat, 20 Desember 2019.

    Rekan seangkatan Idham Azis di Akpol tersebut pernah menjadi Wakil Kepala Kepolisian Sektor Selektif Wlingi Resor Blitar (1988), Kepala Kepolisian Sektor Srengat Resor Blitar (1988), Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (2015-2017), dan Kapolda Metro Jaya (2019).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.