Andi Arief Ungkap Motif Hengky Kurniawan Hengkang ke PDIP

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Hengky Kurniawan tiba di gedung KPK untuk menyerahkan LHKPN, di Jakarta, 17 Januari 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    Artis Hengky Kurniawan tiba di gedung KPK untuk menyerahkan LHKPN, di Jakarta, 17 Januari 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief angkat bicara soal bergabungnya Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan ke PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan).

    Hengky sebelumnya kader Partai Demokrat yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono.

    Andi Arief menduga Hengky bergabung ke PDIP lantaran dijanjikan menjadi Bupati Bandung Barat menggantikan Aa Umbara dalam pilkada berikutya.

    Menurut Andi, Aa Umbara adalah politikus Nasdem itu diduga memiliki banyak kasus hukum.

    "Dijanjikan Rieke D. Pitaloka akan menjadi Bupati secepatnya karena bupati saat ini dari Nasdem bermasalah dan kejaksaan bisa membantu," kata Andi melalui melalui akun Twitternya, @AndiArief_ pada Sabtu, 21 Desember 2019.

    Dia pun mempersilakan cuitan itu dikutip. Andi Arief menyatakan mendengar cerita itu dari Hengky.

    Dia bertemu Hengky pada saat acara penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa kepada mantan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 25 November 2019.

    "(Cerita) Dari Hengky Kurniawan ke saya waktu acara honoris causa Hatta Rajasa di ITB Bandung," kata Andi. "Selamat buat Hengky, semoga cepat jadi bupati."

    Hengky Kurniawan menyatakan mundur dari keanggotaan Demokrat melalui surat tertanggal 16 Desember 2019.

    Dalam surat yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal Demokrat Hinca Pandjaitan tersebut Hengky menyatakan pilihan itu diambil secara matang dan penuh pertimbangan, tanpa intervensi atau paksaan.

    Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono membenarkan Hengky bergabung ke partainya. Mantan pesinetron itu memiliki kartu tanda anggota (KTA) PDIP yang diterbitkan pada 11 Desember 2019.

    Tempo mengirimkan pesan konfirmasi kepada politikus PDIP Rieke Diah Pitaloka melalui salah satu asistennya. Namun pesan itu belum direspons.

    Ono Surono membantah tudingan Andi Arief tersebut.

    "Bohong dan hoax. Tidak ada bicara masalah itu. PDIP tidak pernah mengunakan strategi yang 'jorok dan kasar' dalam menerima seseorang menjadi anggota," ucap Ono melalui pesan singkat.

    Adapun Jaksa Agung ST Burhanuddin adalah adik kandung politikus PDIP TB Hasanuddin.

    Dalam sejumlah kesempatan, keduanya menyatakan pengangkatan Burhanuddin menjadi Adhyaksa-1 oleh Presiden Jokowi tak terkait dengan partai politik. Burhanuddin juga mengklaim dirinya profesional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.