Pesan Agus Rahardjo ke Firli: Data PPATK Sudah Sangat Kelihatan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Agus Rahardjo bersama empat Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, Alexander Marwata, Saut Situmorang dan Laode M. Syarief didampingi juru bicara KPK Febri Diansyah (kiri), memberikan keterangan pers terkait laporan kinerja KPK 2016-2019 menjelang berakhirnya masa jabatan mereka, di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 17 Desember 2019. Dalam laporannya, mereka menyampaikan bahwa KPK telah menjerat 608 koruptor dari berbagai unsur dan enam korporasi selama 2016-2019. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua KPK Agus Rahardjo bersama empat Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, Alexander Marwata, Saut Situmorang dan Laode M. Syarief didampingi juru bicara KPK Febri Diansyah (kiri), memberikan keterangan pers terkait laporan kinerja KPK 2016-2019 menjelang berakhirnya masa jabatan mereka, di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 17 Desember 2019. Dalam laporannya, mereka menyampaikan bahwa KPK telah menjerat 608 koruptor dari berbagai unsur dan enam korporasi selama 2016-2019. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta-Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo meminta maaf kepada Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Ki Agus Badaruddin. Agus mengatakan masih banyak data intelijen dari PPATK yang belum ditindaklanjuti oleh KPK di bawah kepemimpinannya.

    "Masih banyak tugas dari Pak Badar yang belum sanggup kami selesaikan dengan baik," kata Agus saat acara serah terima jabatan kepada pimpinan KPK baru di kantornya, Jakarta, Jumat, 20 Desember 2019.

    Karena itu, Agus berharap kepemimpinan KPK era Firli Bahuri dapat menyelesaikan tunggakan laporan kasus tersebut. Menurut Agus, laporan PPATK sebenarnya cukup detail. Ia mengibaratkan laporan itu cetha wela-wela (sangat kelihatan). "Kalau orang Jawa bilang cetha wela-wela," kata Agus.

    Istilah yang disampaikan Agus maksudnya laporan PPATK sudah sangat nampak atau terang. Ia mencontohkan laporan PPATK kadang sampai melampirkan salinan transfer bank. "Oleh karena itu, mari kita maksimalkan kerja kita di case building, mudah-mudahan yang kita ungkap jauh lebih banyak dibanding yang lain-lain," kata dia.

    PPATK adalah lembaga intelijen keuangan yang bertugas menelisik aliran duit. Salah satu tugas PPATK yakni menelusuri transaksi keuangan yang diduga hasil tindak pidana. Laporan itu kemudian diserahkan ke penegak hukum untuk ditindak. Belakangan ini ada satu laporan PPATK yang membuat geger, yakni sejumlah kepala daerah diduga melakukan pencucian uang via kasino.

    Agus Rahardjo mengatakan KPK sudah mengantongi identitas kepala daerah itu. Menurut dia, satu anak buah si kepala daerah juga sudah ditangani KPK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.