Kumpulkan Pegiat Medsos, Airlangga Minta Sebarkan Capaian Ekonomi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarti mengumpulkan puluhan pegiat media sosial. Dalam pertemuan itu, Airlangga berbicara arah ekonomi 2020 dan omnibus law. (Foto/ Kemennko Perekonomian)

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarti mengumpulkan puluhan pegiat media sosial. Dalam pertemuan itu, Airlangga berbicara arah ekonomi 2020 dan omnibus law. (Foto/ Kemennko Perekonomian)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengundang puluhan pegiat media sosial ke kantornya, Kamis, 19 Desember 2019.

    Salah satu pegiat media sosial yang hadir, Ulin Niam Yusron mengatakan dalam pertemuan itu Airlangga membahas proyeksi ekonomi 2020. "Membahas outlook ekonomi 2020 yang harus optimis," kata Ulin, Jumat, 20 Desember 2019.

    Ulin mengatakan, Airlangga meminta agar para pegiat media sosial menyebarluaskan berbagai langkah yang ditempuh pemerintah dalam mengatasi beberapa masalah ekonomi.

    Menurut dia, Airlangga juga meminta kritik dari para undangannya itu. Ulin pun membantah mereka diminta menjadi pendengung alias buzzer pemerintah.

    "Menyebarluaskan berbagai langkah yang ditempuh pemerintah dalam mengatasi beberapa masalah ekonomi. Termasuk memberi masukan kritik untuk perbaikan. Ngonolah pokoke (gitulah pokoknya)," kata dia.

    Airlangga belum membalas pesan Tempo. Namun dalam artikel di website ekon.go.id, tertulis bahwa acara itu dihadiri sekitar 36 pegiat media sosial. Topik pertemuan ialah refleksi perekonomian tahun 2019, outlook perekonomian tahun 2020, dan strategi kebijakan pemerintah. 

    Ketua Umum Partai Golkar itu juga menyebut pemerintah akan terus menjaga sentimen positif. Dia mengatakan omnibus law akan mendorong iklim usaha tanpa dikotomi persoalan lingkungan berkelanjutan.

    Airlangga mengakui kondisi ekonomi global masih diselimuti ketidakpastian di tengah perang dagang Amerika Serika dan Cina. Apalagi ditambah pemakzulan Presiden AS Donald Trump yang tengah berlangsung di negara Abang Sam itu.

    Namun kata Airlangga, ASEAN masih menjadi kawasan paling stabil dengan pertumbuhan di atas pertumbuhan ekonomi dunia. Dia juga menyampaikan posisi ekonomi Indonesia di antara negara-negara G20.

    "Kita harus memanfaatkan momentum ini. Kalau kita membuat kebijakan yang tepat, investor akan lari ke Indonesia," kata Airlangga dikutip dari situs ekon.go.id pada Jumat, 20 Desember 2019.

    Airlangga pun menggarisbawahi, selain merawat fundamental ekonomi agar tetap sehat, Pemerintah juga akan terus menjaga sentimen.  
     
    “Adanya Omnibus Law juga diharapkan dapat mendorong sentimen positif. Kita akan memudahkan orang berbisnis dan berusaha, tanpa mendikotomikan persoalan lingkungan yang berkelanjutan,” kata dia.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?