Terawan dan Fadjroel Jenguk Adian Napitupulu

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mengenakan kaos oblong putih, politikus PDIP Adian Napitupulu melunasi pajak kendaraan di loket razia pengesahan STNK di Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu, 11 Desember 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Mengenakan kaos oblong putih, politikus PDIP Adian Napitupulu melunasi pajak kendaraan di loket razia pengesahan STNK di Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu, 11 Desember 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Istana, Fadjroel Rachman dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjenguk politikus PDIP Adian Napitupulu, Kamis, 19 Desember 2019 malam.

    Staf Adian di DPR, Musyafaur Rahman, mengatakan Fadjroel datang terlebih dulu sekitar pukul 21.00 WIB. "Bang Fadjroel duluan, sekira jam sembilan malam. Sempat bertemu Abang Adian," kata Musyafaur kepada Tempo, Jumat, 20 Desember 2019.

    Rombongan Terawan datang sekitar pukul 22.30 WIB setelah Fadjroel pulang. Menurut Musyafaur, baik Fadjroel maupun Terawan berada cukup lama di rumah sakit. "Dokter Terawan bahkan sempat berbincang dengan tim dokter di sini" ujar dia.

    Musyafaur mengatakan kondisi Adian sejauh ini stabil dan semakin membaik. Hanya saja, tim dokter masih melakukan serangkaian tes untuk memastikan tindakan medis yang tepat.

    Adian Napitupulu kini dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta. Namun pihak Adian masih merahasiakan lokasi rumah sakit tersebut demi kepentingan pemulihan anggota Komisi I DPR tersebut.

    Adian kolaps karena serangan jantung saat berada di pesawat dalam penerbangan Jakarta-Palangkaraya, Kalimantan Tengah, kemarin pagi. Sempat ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Doris Sylvanus, dia kemudian dibawa ke Jakarta untuk perawatan intensif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.