Ketua KPK Baru akan Dilantik, Jokowi Diingatkan soal Kasus Novel

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bambang Widjojanto dan Novel Baswedan menghadiri peluncuran buku Nusantara Berkisah 2: Orang-orang Sakti karya S. Dian Andryanto di Gedung Tempo, Jakarta, 14 Desember 2019. TEMPO/Fardi Bestari

    Bambang Widjojanto dan Novel Baswedan menghadiri peluncuran buku Nusantara Berkisah 2: Orang-orang Sakti karya S. Dian Andryanto di Gedung Tempo, Jakarta, 14 Desember 2019. TEMPO/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi akan melantik lima pimpinan baru KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) periode 2019-2023 pada hari ini, Jumat, 20 Desember 2019 di Istana Negara.

    Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengingatkan Jokowi soal penuntasan kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan.

    Menurut dia, Presiden Jokowi harus bertanggungjawab terhadap apa yang telah terjadi kepada Novel Baswedan.

    "Mereka secara moral harus bertanggungjawab. Sebagaimana kami, secara moral, juga bertanggungjawab. Harusnya ada," kata dia di Gedung Merah Putih, Jakarta, pada Kamis malam, 19 Desember 2019.

    Saut Situmorang menerangkan bahwa Novel Baswedan bagian dari alat pemerintah guna memberantas korupsi. Ia mengibaratkan upaya memberantas rasuah bak berperang.

    "Ini medan perangnya oleh sebab itu kita harus bertanggungjawab pada pasukan kita."

    Saut berjanji terus memantau perkembangan kasus penyiram air keras terhadap Novel Baswedan. Dia berharap Presiden Jokowi mempunyai perhatian khusus terhadap penuntasan kasus Novel Baswedan.

    Kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan yang terjadi pada 11 April 2017 hampir genap 1.000 hari hingga kini, tapi belum terungkap siapa pelakunya. Padahal, Jokowi telah memerintahkan polisi segera mengumumkan temuan baru.

    HALIDA BUNGA | EKO WAHYUDI  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?