KPK Rilis Kembali Monumen Waktu Teror Novel Baswedan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, dan penyidik Novel Bawesdan dalam peluncuran Monumen Antiteror sebagai pengingat banyak teror kepada Pimpinan dan Pegawai KPK namun satu pun pelakunya tertangkap, di Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis malam, 19 Desember 2019. FOTO: TEMPO/HALIDA BUNGA

    Dari kiri Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, dan penyidik Novel Bawesdan dalam peluncuran Monumen Antiteror sebagai pengingat banyak teror kepada Pimpinan dan Pegawai KPK namun satu pun pelakunya tertangkap, di Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis malam, 19 Desember 2019. FOTO: TEMPO/HALIDA BUNGA

    TEMPO.CO, Jakarta - KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) meluncurkan kembali monumen waktu teror menjelang 1.000 hari kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

    Penyerangan dengan air keras terhadap Novel Baswesan terjadi pada 11 April 2017.

    Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap mengatakan monumen waktu tersebut bukti pengingat bahwa dalang pelaku kekerasan terhadap Novel tak kunjung terungkap.

    "Pimpinan KPK dan Pegawai KPK akan melaunching kembali penghitungan waktu terkait teror-teror terhadap KPK yang belum terungkap siapa pelakunya," ujar Yudi pada saat peluncuran monumen waktu di Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis malam, 19 Desember 2019.

    Menurut Yudi, monumen itu juga guna mengingatkan kasus teror terhadap dua pimpinan KPK lainnya, yakni Agus Rahardjo dan Laode M. Syarif yang juga belum terungkap. 

    Dia menuturkan bahwa petinggi KPK jilid empat akan berakhir tapi menyisakan warisan yang belum tuntas. Yudi berharap pemimpin KPK yang baru dapat menuntaskan kasus korupsi dengan lebih baik.

    Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan menjaga orang-orang pegiat antikorupsi adalah kewajiban semua pihak, termasuk dunia internasional.

    "Maka kita harus menjaga semua orang-orang yang bertanggungjawab atau orang yang sehari-harinya mendarmabaktikan dirinya terhadap membersihkan negara, itu harus kita lindungi," tuturnya di tengah acara peluncuran monumen waktu. 

    HALIDA BUNGA | EKO WAHYUDI  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.