One-Hour University dengan Narasumber Ganjar Pranowo Berjalan Meriah

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kegiatan One-Hour University dengan narasumber Ganjar Pranowo berjalan meriah.

    Kegiatan One-Hour University dengan narasumber Ganjar Pranowo berjalan meriah.

    INFO NASIONAL — Untuk keempat kalinya di tahun 2019, kegiatan One-Hour University  (OHU) dapat menghadirkan narasumber berkualitas dengan mengundang Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pada Selasa, 17 Desember 2019 di Aula BPSDM ESDM Jakarta Selatan.

    Acara ini bertema “Mewujudkan Good Governance di Pemerintahan Daerah” dan dihadiri ratusan tamu serta undangan.

    Ganjar menyatakan, Provinsi Jawa Tengah sangat serius memberantas praktik-praktik korupsi yang ada di wilayahnya guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. ”Kami sangat serius dan peduli untuk memberantas praktik-praktik korupsi untuk menciptakan tata kelola pemerintah yang baik dan bersih,” ujarnya.

    Ia melanjutkan, Jateng menggunakan berbagai kanal media sosial untuk menampung berbagai aduan masyarakat dan melayani aduan tersebut dengan cepat. “Kami menyediakan berbagai layanan masyarakat dengan medsos (media sosial) untuk menampung semua aduan masyarakat dan lalu kita teruskan ke dinas terkait untuk segera diatasi,” kata orang nomor satu di Jateng yang hobi bersepeda tersebut.

    Gubernur murah senyum itu juga menambahkan, Jawa Tengah berkomitmen menciptakan layanan yang mudah, murah, cepat, dan tuntas. Pria penggemar sepeda ini juga menjelaskan berbagai hal yang sudah diperoleh Provinsi Jawa Tengah seperti efisiensi penggunaan anggaran, inovasi pelayanan publik, supervisi pencegahan korupsi, dan lain sebagainya.

    Acara OHU yang berlangsung meriah dan penuh tawa ini juga diselingi dengan lomba mirip wajah sang Gubernur Jawa Tengah dan pembagian doorprize serta souvenir kepada para peserta OHU. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?