Soal Calon Dewan Pengawas KPK, Agus Rahardjo: Harus Optimistis

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan KPK periode 2016-2019 Agus Rahardjo dan Laode M. Syarief berbincang dengan pegawai KPK setelah memberikan keterangan pers terkait laporan kinerja KPK 2016-2019 menjelang berakhirnya masa jabatan mereka, di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 17 Desember 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    Pimpinan KPK periode 2016-2019 Agus Rahardjo dan Laode M. Syarief berbincang dengan pegawai KPK setelah memberikan keterangan pers terkait laporan kinerja KPK 2016-2019 menjelang berakhirnya masa jabatan mereka, di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 17 Desember 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengaku belum mengetahui jajaran nama Dewan Pengawas KPK yang akan dilantik bersama pimpinan KPK baru pada Jumat, 20 Desember 2019. "Saya belum tahu, kan baru dibicarakan, belum ada Kepres. Kita tunggu saja," kata Agus di Gedung Merah Putih, Jakarta pada Kamis, 19 Desember 2019.

    Meski begitu Agus menegaskan pentingnya bersikap optimistis menjelang ditentukannya lima anggota Dewan Pengawas yang dipilih Presiden Joko Widodo atau Jokowi melalui tim internal istana yang dikomandani Mensesneg Pratikno. "Harus selalu optimistis lah jangan pesimis. Optimistis bahwa nanti ada check and balances di dalam KPK. Jangan terlalu pesimistis," kata Agus.

    Sejumlah nama yang akan menempati jabatan Dewan Pengawas bereda sepekan ini. Di antaranya adalah mantan pimpinan KPK Taufiequrachman Ruki, hakim Albertina Ho, mantan hakim agung Artidjo Alkostar, dan mantan ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva.

    Jokowi memastikan, latar belakang karier Dewan Pengawas KPK ini berasal dari hakim, jaksa, mantan pimpinan KPK, ekonom, akademisi, dan ahli hukum pidana. "Saya kira itu namanya ya nanti ditunggu, sehari saja kok. Yang jelas nama-namanya nama yang baik lah, saya memastikan nama yang baik," ujar Jokowi dalam dialog bersama wartawan di Hotel Novotel, Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu, 18 Desember 2019.


    HALIDA BUNGA FISANDRA | FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.