DPR Minta Pemerintah Lebih Serius Basmi Kelompok Bersenjata Papua

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa Papua melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Senin, 2 September 2019. Saat aksi itu, mereka membawa dan mengenakan atribut Bintang Kejora yang merupakan simbol dari Gerakan Papua Merdeka. TEMPO/Prima Mulia

    Mahasiswa Papua melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Senin, 2 September 2019. Saat aksi itu, mereka membawa dan mengenakan atribut Bintang Kejora yang merupakan simbol dari Gerakan Papua Merdeka. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi I DPR, Sukamta, meminta pemerintah segera membasmi kelompok bersenjata Papua setelah terjadi baku tembak antara personel TNI AD dengan kelompok itu, di Kabupaten Intan Jaya, Papua, Selasa, 17 Desember 2019. Dua personel TNI AD tewas pada kontak senjata yang terjadi kesekian kalinya itu. 

    "Sedih sekali ketika kembali baku tembak dan menelan korban jiwa akibat serangan kelompok bersenjata Papua. Saya mengucapkan belasungkawa kepada keluarga pahlawan Indonesia," kata Sukamta dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 18 Desember 2019.

    Ia meminta pemerintah harus lebih serius memberantas kelompok bersenjata Papua, seperti menyapu bersih teroris kelompok Santoso. Meski meminta pemerintah melakukan langkah tegas, tapi jangan sampai korban kembali jatuh. Pemerintah juga perlu lebih aktif melakukan deradikalisasi kelompok-kelompok masyarakat yang aktif dalam penggalangan opini, ideologisasi gerakan Organisasi Papua Merdeka.

    "Sepak terjang kelompok bersenjata Papua Merdeka ini semakin meresahkan akibat tidak ditangani secara serius.” Semakin lama bukan semakin padam, namun semakin membesar dengan gerakan maker.

    Wakil ketua Fraksi PKS DPR itu menilai upaya memberantas gerakan harus dilakukan secara komprehensif mulai dari ideologi, penyebaran gerakan hingga tindakan hukum secara tegas.

    Sebelumnya, baku tembak kelompok bersenjata Papua dengan Satuan Tugas TNI-Polri terjadi pada sekitar pukul 15.30 WIT, Selasa, 17 Desember 2019. Peristiwa itu menewaskan dua personil TNI yaitu Letnan Satu Infantri Erizal Zuhri Sidabutar dan Sersan Dua Rizky. Tim gabungan sedang bertugas menjamin keamanan warga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.