Muhadjir Dukung Konsep Pendidikan Berbasis Kesenian Hilmar Farid

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lepas sambut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dari Muhadjir Effendy kepada Nadiem Anwar Makarim dilakukan di Gedung A Lantai 3, Kemendikbud, Senayan, Jakarta pada Rabu siang (23/10/2019). Dalam kesempatan tersebut Muhadjir Effendy mengawali sambutannya dengan menerangkan nomenklatur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    Lepas sambut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dari Muhadjir Effendy kepada Nadiem Anwar Makarim dilakukan di Gedung A Lantai 3, Kemendikbud, Senayan, Jakarta pada Rabu siang (23/10/2019). Dalam kesempatan tersebut Muhadjir Effendy mengawali sambutannya dengan menerangkan nomenklatur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    TEMPO.CO, Surabaya-Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mendukung langkah Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid yang fokus pada pendidikan karakter berbasis kebudayaan, dengan salah satu core-nya adalah kesenian.

    Muhadjir menilai konsep Hilmar tersebut cukup bagus. “Saya rasa bagus, ya,” kata Muhadjir  pada Tempo di sela-sela menghadiri ujian terbuka doktor pada redaktur senior Jawa Pos Rohman Budijanto di Aula Pancasila, Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya, Rabu, 18 Desember 2019.

    Muhadjir menjadi salah satu penanggap sekaligus penanya pada disertasi Rohman berjudul Pertanggung Jawaban Pidana Media Massa Siber di Era Kebebasan Informasi itu.

    Namun Muhadjir enggan berkomentar banyak terhadap rencana-rencana Hilmar ke depan, termasuk upaya mengintegrasikan seni tradisi ke dalam pendidikan sekolah. Menurut Muhadjir, Hilmar lebih tahu dengan apa yang akan dilakukannya. “Pak Hilmar kan ahlinya di bidang itu, saya yakin beliau sudah punya konsep matang,” kata Muhadjir.

    Sebelumnya usai dilantik kembali menjadi Dirjen Kebudayaan oleh Mendikbud Nadiem Makarim, Hilmar mengatakan akan fokus pada pendidikan karakter berbasis kebudayaan. "Fokus di pendidikan karakter berbasis kebudayaan. Salah satu core-nya kesenian," kata Hilmar kepada Tempo di ruang Grha Utama, Gedung A Kemdikbud Jakarta Pusat, Senin, 16 Desember 2019.

    Hilmar menuturkan, ke depan, seni tradisi tak hanya akan menjadi pilihan ekstrakurikuler, melainkan terintegrasi dalam pendidikan sekolah. Dia mencontohkan dalam seni tradisi pencak silat terdapat nilai-nilai disiplin, dan kemampuan mengendalikan diri yang dapat membangun karakter anak. Tak hanya pencak silat, seni tradisi itu kelak akan disesuaikan dengan daerah masing-masing sekolah.

    Hilmar berujar upaya itu juga dilakukan agar terjadi proses regenerasi. "Seperti seni tradisi, dari segi demografinya makin menua. Kita ingin bawa itu kembali ke anak-anak dan tentunya tantangannya pengembangan konten," kata Hilmar.

    KUKUH SW | HALIDA BUNGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.